“BINA BANGSA”
Disusun untuk memenuhi tugas akhir manajemen keuangan semester genap
Yosua Paskalis S
1445081114
Jurusan Manajemen Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Jakarta
RASIONAL
Pada awal perkembangannya tenis dimainkan dengan memakai tangan atau sebuah tongkat yang dipukulkan bergantian menggunakan sebuah bola dari kayu yang padat. Permainan ini kemudian berkembang lagi menjadi permainan bola dengan dipukulkan melintasi sebuah dinding penghalang. Karena pada saat itu dirasakan bahwa kontrol bola lebih terasa menggunakan tangan, maka media yang berkembang pada waktu itu adalah dengan menggunakan sarung tangan kulit yang kemudian berevolusi kembali dengan menambahkan gagang. Inilah cikal bakal lahirnya sebuah raket tenis. Bola pun berevolusi dari sebuah bola kayu padat menjadi bola dari kulit yang diisi oleh dedak kulit padi.
Di era globalisasi ini tennis sangat cepat menyebar di seluruh belahan bumi baik di eropa maupun di asia dan khususnya di Indonesia. Memang tenis tidak sepopuler seperti olah raga lainnya seperti halnya sepak bola dan basket. Tapi tenis cukup di minati di berbagai kalangan dan usia. Dalam perkembangan tenis di Indonesia pun tidak seperti olah raga lainnya, itu bisa di lihat kurangnya fasilitas olah raga tenis di setiap daerah di Indonesia, tapi di Indonesia banyak lahir petenis yang sangat berbakat dan handal yang mampu berbicara di tingkat dunia seperti halnya angeli wijaya dan para seniornya terdahulu. Itu membuat olah raga tenis mulai di ningmati di Indonesia. Baik dari kaula muda sampai tua.
Dan untuk menampung minat dan bakat-bakat di Indonesia saya akan membentuk sekolah tenis yang mempelajari setiap tehnik bermain tenis yang benar dan menciptakan pemain-pemain yang handal yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun di tingkat Negara. Serta mempopulerkan olah raga tenis di Indonesia. Dan sekolah itu akan saya beri nama sekolah tenis bina bangsa.Untuk tahun pertama sekolah ini hanya membuka satu kelas utuk kuota 20 orang siswa yang minimal umur 10 tahun dan maksimal 16 tahun, yang mencangkup anak-anak muda agar bias membina bibit yang berbakat serta akan membantu mereka berprestasi. Dan memulainya dengan dua kelas yang berisikan 80 orang siswa di dalam nya.
PROFIL SEKOLAH
LANDASAN HUKUM
• Pasal 40 UU No. 3/2005 Sistem Keolahragaan Nasional (SKN)
• UU No.3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional
Nama Sekolah
”BINA BANGSA”
Visi
Membentuk atlit-atlit tenis yang ada di sekolah “BINA BANGSA” agar menjadi atlit professional yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional dan mampu mengharumkan nama bangsa serta membanggakan.
Misi
1. Melatih para atlit agar menjadi professional dalam bidang tenis
2. Membantu mengembangkan bakat atlit
3. Menjadikan olah raga tenis menjadi populer di setiap kalangan
4. Membantu para atlit alam mengembangkan kariernya sebagai atlit tenis
5. Menjadikan sekolah “bina bangsa” menjadi yang terdepan
Struktur organisasi
• Ketua yayasan
• Kepala sekolah
• Bendahara
• Sekertaris
• Humas
• Pelatih
Struktur Organisasi
KURIKULUM
Kurikulum merupakan sebuah perangkat pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga yang menyelengarakan pendidikan yang berisi rancangan serta rencana pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam suatu proses pembelajaran, kurikulum juga merupakan pusat atau inti dalam proses pembelajaran dalam bidang pendidikian yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan, selain itu kurikulim juga berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Namun kurikulum pada sekolah ini sedikit berbeda dengan sekolah formal yaitu sekolah”BINA BANGSA” mempunyai kurikulum yang mengcangkup olah raga khususnya dalam bidang tenis yang mencangkup melatih fisik para siswa dan mengajarkan keahlian-keahlian dalam bidang tenis yang akan di terapkan dalam setiap mata pelajaran yang ada di sekolah ini.
Kurikulum yang dibuat sendiri oleh sekolah ini bertujuan untuk menghasilkan insan-insan tenis yang memiliki teknik bermain serta memiliki kompetensi yang baik dalam olah raga tenis khususnya yang bersifat maksimal.
STRUKTUR KURIKULUM
No Mata Pelajaran Kompetensi Jam Pelajaran
1. Olah Fisik Ini di tujukan agar para pemain mempunyai fisik yang bagus dan stamina yang prima dan mampu bermain konsisten dalam pertandingan.
20 menit
2. First Service Ini untuk melatih agar pemain tenis mampu melakukan pukulan pertama yang berbahaya serta menempatkan bola yang sulit di jangkau oleh lawan pada saat awal pertandingan.
20 menit
3. Block
Ini untuk melatih pemain untuk tenis untuk bisa mengembalikan bola kepada lawan serta untuk mampu bertahan dengan situasi bola apapun dan mampu melakukan serangan balik kepada lawan.
15 menit
4. Backhand Ini untuk membuat pemain agar bisa melakukan pukulan memutar dan mengayunkan raket kebelakang serta agar mampu megembalikan bola yang sulit dan mampu menyerang.
20 menit
5. Whiper Wip Ini adalah latihan pukulan modern yang saat ini di pakai oleh para pemain kelas dunia yaitu latihan mengayunkan raket kedepan dari arah belakang yang melatih tenaga dalam memukul bola yang akan di kembalikan ke lawan dan menempatkan bola ke tempat yang akan sulit di jangkau oleh lawan.
30 menit
6 Smash Ini di latih untuk penyerangan yang mematikan bagi lawan yaitu melakukan pukulan sekuat tenaga pada saat mengayunkan raket dan melatih pemain agar mempu menyerang secara sempurna 15 menit
• Latihan di lakukan dua kali dalam seminggu dan setiap pertemuan akan berlangsung selama 60 menit
• Setiap mata pelajaran akan di nilai sebagai mana kemampuan dan daya tangkap siswa
• Setiap mata pelajaran akan di lakukan secara bersamaan dalam setiap pertemuan
• Latihan di tiadakan apa bila ada kompetisi yang akan di ikuti
BEBAN BELAJAR
Proses pembelajaran dilakukan dalam jangka waktu 2x dalam seminggu. Dalam proses belajar setiap 1x pertemuan memelukan waktu selama 2 jam pelajaran. jadi siwa memerlukan waktu dalam proses pembelajaran selama :
JADWAL PELAJARAN PROGRAM UTAMA
minggu : 15.00 Wib – 17.00 Wib
Sabtu : 15.00 Wib – 17.00 Wib
STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN
Di sini para pelatih di tuntut agar dapat menyampaikan meteri dengan benar dan pandai dalam hal menyampaikan materi tentang olah raga tenis yang akan di sampaikan kepada siswa pada saat latihan dan pelatih bertutur baik dalam menyampaikan meteri. Dan setelah itu pelatih harus bias mendemonstrasikan hal-hal yang perlu kepada siswa agar para siswa mengetahui lebig jelas materi yang sudah di sampaikan. Dan demonstrasi ini akan menarik siswa agar mampu mengeluarkan kemampuan bakat yang ia miliki serta memacu latihan agar lebih menarik.
pendekaatan dilakukan kepada masing-masing individu secara personal maupun kelompok ini bertujuan agar siswa lebih merasa nyaman dan saling menghargai satu sama lain ataupun dengan pelatih sehingga siswa merasa lebih nyaman dan santai dalam melakukan proses pembelajaran, ini semua sangat erat kaitannya dengan proses pengembangan kemampuan serta teknik dari siswa karena dengan demikian pelatih dapat memberikan motivasi dan arahan yang cepat diserap oleh siswa .
SISTEM PENILAIAN
NO. KOMPONEN RATING NILAI NILAI MINIMAL STATUS
1 Olah Fisik 1 - 5 A
2 First Service 1 - 5 A
3 Block 1 - 5 A
4 Backhand 1 - 5 A
5 Whiper Wip 1 - 5 A
6 Smash 1 - 5 A
• Siswa akan mendapatkan ketuntasan nilai bila mendapatkan nilai C, B, A
• Siswa tidak akan mendapatkan ketuntasan nilai bila mendapatkan nilai D atau E
• Siswa akan mendapatkan latihan khusus kembali bila ketuntasan nilai tidak terpenuhi
• Setiap siswa akan mendapatkan sertivikat kelulusan bila memenuhi syarat kelulusan pada setiap mata pelajaran
PROGRAM UNGGULAN
Untuk menarik minat peserta didik agar bersedia mengikuti pendidikan di sebuah sekolah, ada kebijakan yang dilakukan dalam mewujudkannya. Penyelenggaraan program unggulan merupakan salah satu cara yang paling populer digunakan oleh setiap instansi pendidikan. Dalam hal ini, “BINA BANGSA” menyelenggarakan program unggulan yang diharapkan mampu menarik minat peserta didik. Dan program unggulan yang diselenggarakan sangat erat hubungannya dengan PB PELTI.
• Mendapatkan pelatih yang pofesional dalam bidang tenis dan pelatih yang tenar
• Menyalurkan para siswa dan lulusannya ke PB PELTI yang akan membawa mereka pada jenjang profesional
Program Sekolah
• Program Utama
Program utama sekolah tenis”BINA BANGSA” yaitu peningkatan kualitas siswa dengan melalui tiga tingkatan yaitu:
1. Semi Professional
Yaitu tingkatan dimana siswa baru saja masuk ke sekolah dan lolos dari seleksi, pada tingkatan ini pelatih akan menilai setiap perkembangan untuk bisa melanjutkan daerah
2. Professional
Yaitu tingkatan dimana siswa dianggap sudah memiliki kemampuan yang cukup mumpuni dan mampu bersaing di tingkat nasional, siswa yang masuk di tingkatan ini akan direkomendasikan kepada PB PELTI
REKRUTMEN SISWA DAN TENAGA PENDIDIK
• Srategi untuk merektus siswa
Staregi untuk merektut siswa yang akan mengikuti proses sekeksi untuk masuk ke sekolah tenis “BINA BANGSA” adalah dengan cara membuat broser-broser yang berisi tentang penerimaan siswa baru serta menyebarkannya pada titik yang strategis di tenoat umum untuk menarik para siswa. Cara lain adalah membuat blok pada situs di internet yang berisi tentang adanya perektutan siswa baru serta memasang spanduk besar pada sejumlah titik yang ramai di kunjungi oleh orang atau masyarakat. Serta di depan gedung “BINA BANGSA “ itu sendiri.
• Penerimaan siswa
Penerimaan siswa dilangsungkan dalam tes fisik yaitu calon siswa harus mendaftar terlebih dahulu kepada panitia penerimaan dan mengisi formulir pendaftaran, setelah itu siswa akan di seleksi dari tes fisik dan dasar-dasar permainan tenis dan bakat akan sangat menentukan layaknya calon siswa tersebut untuk masuk sekolah”BINA BANGSA”. Dan pada hari itu juga akan di tentukan apakah calon siswa layak untuk masuk sekolah. Para colon siswa akan di seleksi oleh para pelatih yang akan melatih siswa-siswa yang akan masuk nantinya. Selain itu siswa yang akan di terima adalah siswa yang berumur 10 sampai 16 tahun. waktu yang ditetapkan untuk pendaftaran siswa baru selama 1 bulan yang berlangsung pada tanggal 01 juni 2010 – 01 juli 2010. Dan pendaftaran akan berlangsung dua gelombang yaitu gelombang pertama dan gelombang kedua.
Biaya yang digunakan pada pendaftaran awal :
• Gelombang 1 : Rp. 200.000
• Gelombang 2 : Rp. 250.000
• Kelulusan siswa
Kelulusan siswa yang telah belajar di sekolah tenis “BINA BANGSA” adalah standar nilai mereka apakah memenuhi syarat kelulusan. Dan jika siswa mampu memenuhi syarat maka akan mendapatkan sertifikan dari sekolah “BINA BANGSA”
• Perekrutan pelatih
Untuk merekrut pelatih yang akan melatih di “BINA BANGSA” adalh dengan menyeleksi para pelatih ang berpengalaman di dunia olah raga tenis serta mempunyai pengalaman sebagai pemain tenis. Caln pelatih itu pun akan di wawancarai untuk mengetahui bagaimana kemampuan mereka dalam menyampaikan meteri kepada calon siswa.
SARANA dan PRASARANA
Untuk mendukung pembelajaran dan kwalitas pendidikan yang berlangsung di sekolah tenis “BINA BANGSA” maka sarana dan prasarana akan sangat penting untuk mendukung tujuan dari sekolah. sarana ini akan sangat mendukung para pelatih untuk memberikan materi dan demonstrasi kepada siswa. DI dalam sekolah ini terdapat.
• 4 lapangan tenis berstandar internasional
• I ruang kantor kepala sekolah/ direktur teknis lengkap dengan interior dan komputer
• I ruang bendahara, sekretaris dan humas lengkap dengan peralatan kantor dan komputer
• 2 kamar mandi
• 1 kamar ganti lengkap
• Prasarana ataupun peralatan yang dipakai antara lain :
Tabel Perlengkapan
no Barang merek jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Bola tenis
Kostum
net
mesin pelempar bola
topi pelatih
P3k
Papan tulis
Spidol
computer
NASSAU
Diadora
-
yamaha
-
White board
Marker
accer 200
80
4
2
8
2
2
4
2
RINGKASAN ANGGARAN
BIAYA PENDIDIKAN
Senin, 31 Mei 2010
proposal
No Jabatan Kebutuhan Gaji pokok Tunjangan Realisasi tahun 1 Realisasi tahun 2
Makan Transport kesehatan Jumlah Gaji Tunjangan Total Jumlah Gaji Tunjangan Total
1 Pimpinan 1 2000000 1800000 1000000 1000000 1 24000000 3800000 27800000 1 24000000 3800000 27800000
2 Pelatih 3 800000 1300000 1100000 1100000 2 19200000 7000000 26200000 2 19200000 7000000 26200000
3 bendahara 3 400000 1300000 1100000 1100000 2 9600000 7000000 16600000 2 9600000 7000000 16600000
4 Official 3 300000 1300000 1100000 1100000 2 7200000 7000000 14200000 2 7200000 7000000 14200000
total 84800000 84800000
No Jabatan Kebutuhan Keahlian Realisasi Tahun 1 Realisasi tahun ke 2 Realisasi tahun ke 3
Basic Intermediate Advance Master
1 Pelatih 3 3 2 2 3
2 bendahara 3 3 2 2 3
3 Petugas kebersihan 3 3 2 2 3
Penyusutan Sarana
N0 Barang Merk Rasio Harga Satuan Total Nama Barang Harga
1 Bola tenis nassau 200 5000 1000000 Bola tenis 1000000
2 Kostum diadora 80 80000 6400000 Computer 4000000
3 net nassau 4 100000 400000 net 400000
4 mesin pelempar bola yamaha 2 2500000 5000000 mesin pelempar 5000000
5 Kaos kaki Adidas 80 10000 800000 P3K 200000
6 raket king ston 20 200000 4000000 AC 4000000
7 sepatu pelatih Adidas 4 150000 600000 Meja 400000
8 pengaman kaki _ 80 15000 1200000 Papan tulis 600000
9 topi siswa nassau 80 15000 1200000 Meja+ kursi 3400000
10 Tas tenis _ 80 20000 1600000 Lemari 925000
11 P3K _ 1 200000 200000 TOTAL 19925000
12 AC Midea 1 2000000 2000000
13 Computer Hp 1 4000000 4000000 Total Biaya Residu 2011 2012 2013 2014 2015
14 Meja olimpik 1 400000 400000 19925000 5 6247033.333 4997626.667 3748220 2498813.333 1249406.667
15 Papan tulis White board 1 600000 600000
16 Meja+ kursi olompik 20 170000 3400000
17 Lemari Napoli 1 925000 925000
18 Penyewaan lapangan / tahun 4 4800000 19200000
19 Penyewaan ruko / tahun 1 9500000 9500000
total 62425000
biaya kesiswaan
No Deskripsi Biaya tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
1 formolir 20000 20000 20000 20000
2 Penggandaan soal 5000 x 200 1000000 1000000 1000000 1000000
3 Honor penyeleksi siswa 2 x 500000 1000000 1000000 1000000 1000000
4 Konsumsi penyeleksi 2 x 50000 100000 100000 100000 100000
5 Biaya operasional lain 400000 400000 400000 400000
Total 2520000 2520000 2520000 2520000
Biaya marketing
No Deskripsi Biaya tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
1 Spanduk 100000 100000 100000 100000
2 Brosur 300000 300000 300000 300000
3 Biaya operasional 300000 300000 300000 300000
Total 700000 700000 700000 700000
Biaya pengeluaran
Tahun 2010 2011 2012 2013
Biaya kurikulum dan pembelajaran 1900000 1900000 1900000 1900000
Biaya tenaga kependidikan 84800000 84800000 113300000 113300000
Penyusutan sarana 6247033.333 4997626.667 3748220 2498813.333
Kesiswaan 2520000 2520000 2520000 2520000
Marketing 700000 700000 700000 700000
total 96167033.33 94917626.67 122168220 120918813.3
Biaya spp dan uang gedung
total pengeluaran 96167033.33 94917626.67 122168220 120918813.3
jumlah siswa 80 80 80 80
uang penyewaan gedung + spp pertahun 1202087.917 1186470.333 1527102.75 1511485.167
biaya spp
Uang bangunan 700000 700000 700000 700000
Uang spp pertahun 502087.9167 486470.3333 827102.75 811485.1667
Uang spp perbulan 41840.65972 40539.19444 68925.22917 67623.76389
Makan Transport kesehatan Jumlah Gaji Tunjangan Total Jumlah Gaji Tunjangan Total
1 Pimpinan 1 2000000 1800000 1000000 1000000 1 24000000 3800000 27800000 1 24000000 3800000 27800000
2 Pelatih 3 800000 1300000 1100000 1100000 2 19200000 7000000 26200000 2 19200000 7000000 26200000
3 bendahara 3 400000 1300000 1100000 1100000 2 9600000 7000000 16600000 2 9600000 7000000 16600000
4 Official 3 300000 1300000 1100000 1100000 2 7200000 7000000 14200000 2 7200000 7000000 14200000
total 84800000 84800000
No Jabatan Kebutuhan Keahlian Realisasi Tahun 1 Realisasi tahun ke 2 Realisasi tahun ke 3
Basic Intermediate Advance Master
1 Pelatih 3 3 2 2 3
2 bendahara 3 3 2 2 3
3 Petugas kebersihan 3 3 2 2 3
Penyusutan Sarana
N0 Barang Merk Rasio Harga Satuan Total Nama Barang Harga
1 Bola tenis nassau 200 5000 1000000 Bola tenis 1000000
2 Kostum diadora 80 80000 6400000 Computer 4000000
3 net nassau 4 100000 400000 net 400000
4 mesin pelempar bola yamaha 2 2500000 5000000 mesin pelempar 5000000
5 Kaos kaki Adidas 80 10000 800000 P3K 200000
6 raket king ston 20 200000 4000000 AC 4000000
7 sepatu pelatih Adidas 4 150000 600000 Meja 400000
8 pengaman kaki _ 80 15000 1200000 Papan tulis 600000
9 topi siswa nassau 80 15000 1200000 Meja+ kursi 3400000
10 Tas tenis _ 80 20000 1600000 Lemari 925000
11 P3K _ 1 200000 200000 TOTAL 19925000
12 AC Midea 1 2000000 2000000
13 Computer Hp 1 4000000 4000000 Total Biaya Residu 2011 2012 2013 2014 2015
14 Meja olimpik 1 400000 400000 19925000 5 6247033.333 4997626.667 3748220 2498813.333 1249406.667
15 Papan tulis White board 1 600000 600000
16 Meja+ kursi olompik 20 170000 3400000
17 Lemari Napoli 1 925000 925000
18 Penyewaan lapangan / tahun 4 4800000 19200000
19 Penyewaan ruko / tahun 1 9500000 9500000
total 62425000
biaya kesiswaan
No Deskripsi Biaya tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
1 formolir 20000 20000 20000 20000
2 Penggandaan soal 5000 x 200 1000000 1000000 1000000 1000000
3 Honor penyeleksi siswa 2 x 500000 1000000 1000000 1000000 1000000
4 Konsumsi penyeleksi 2 x 50000 100000 100000 100000 100000
5 Biaya operasional lain 400000 400000 400000 400000
Total 2520000 2520000 2520000 2520000
Biaya marketing
No Deskripsi Biaya tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
1 Spanduk 100000 100000 100000 100000
2 Brosur 300000 300000 300000 300000
3 Biaya operasional 300000 300000 300000 300000
Total 700000 700000 700000 700000
Biaya pengeluaran
Tahun 2010 2011 2012 2013
Biaya kurikulum dan pembelajaran 1900000 1900000 1900000 1900000
Biaya tenaga kependidikan 84800000 84800000 113300000 113300000
Penyusutan sarana 6247033.333 4997626.667 3748220 2498813.333
Kesiswaan 2520000 2520000 2520000 2520000
Marketing 700000 700000 700000 700000
total 96167033.33 94917626.67 122168220 120918813.3
Biaya spp dan uang gedung
total pengeluaran 96167033.33 94917626.67 122168220 120918813.3
jumlah siswa 80 80 80 80
uang penyewaan gedung + spp pertahun 1202087.917 1186470.333 1527102.75 1511485.167
biaya spp
Uang bangunan 700000 700000 700000 700000
Uang spp pertahun 502087.9167 486470.3333 827102.75 811485.1667
Uang spp perbulan 41840.65972 40539.19444 68925.22917 67623.76389
Sabtu, 03 April 2010
kutipan yang sedikit lucu
Suatu hari sepasang suami istri yang sudah dikaruniai tiga anak, bertengkar hebat. Anak pertama berusia 5 tahun, anak kedua 3 tahun dan anak ketiga masih menyusu pada ibunya. Saking hebatnya pertengkaran itu, piring, gelas dan peralatan rumah tangga lainnya beterbangan dan pecah. Karena istrinya tidak tahan lagi, “Pa, kalau begini terus lebih baik kita cerai! Aku sudah nggak tahan lagi melihat tingkah laku papa!”, seru istrinya dengan suara yang keras dan emosi tinggi sambil membanting piring ke lantai. Tidak mau kalah si suami pun membalas dengan suara keras dan penuh emosi tinggi sambil memecahkan gelas ke lantai, “Baik.. baik…! Kalau itu kemauanmu, silahkan kita cerai! Oke, sekarang kita tanya anak-anak, sama siapa nanti ikut! Apa sama saya atau sama kamu!!!”. Lalu si suami bertanya pada anak-anaknya sambil membentak dengan di iringi emosi yang masih tinggi, “Ana.. kamu pilih mama atau papa..?”. Jawab si Ana dengan lembut dan sopan, “Aku ikut mama..”. “Ani.. kamu..?”. Jawab Ani pula, “Ikut mama!!!”. Karena anak ketiga belum bisa bicara, sambil membentak dengan penuh emosi, “Semua ikut mama, tidak ada yang ikut papa..! Kalau gitu papa ikut mama juga lah!!!!”. Istrinya pun langsung jatuh pingsan mendengar mendengar jawaban suaminya tersebut.
Senin, 29 Maret 2010
hasil observasi manajemen keuangan
MANAJEMEN KEUANGAN
SEKOLAH DI SDN 01 KEBON JERUK
YOSUA PASKALIS SITUMORANG
(1445081114)
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
KATA PENGANTAR
Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan, karena
berkat rahmat dan karunia-Nya sebuah makalah yang berjudul ”Manajemen Keuangan Sekolah” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan
makalah ini, baik berupa moril maupun materiil. Semoga mendapat balasan yang
sesuai dari Tuhan yang maha kuasa.
saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena tak
ada gading yang tak retak. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan
saran demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Jakarta, maret 2008
DAFTAR ISI
• Halaman Muka.
• Kata Pengantar
• Daftar Isi
• Pendahuluan
• Perumusan Masalah
• Metode Penulisan
• Kajian Pustaka
• Pengertian Manajemen Keuangan
• Hasil Penelitian
• Sumber-Sumber Keuangan Sekolah
• Pos-pos pengeluaran
• Proses pengeluaran
• Perencanaan keuangan
• Komponen anggaran bos
• RAPBS
• Pertanggung jawaban Keuangan Sekolah
• Bab IV Penutup
• Kesimpulan
• Saran
• Daftar Pustaka
PENDAHULUAN
Latar Belakang.
Ada beragam sumber dana yang dimiliki oleh suatu sekolah, baik dari
pemerintah maupun pihak lain. Ketika dana masyarakat atau dana pihak
ketiga lainnya mengalir masuk, harus dipersiapkan sistem pengelolaan
keuangan yang professional dan jujur. Pengelolaan keuangan secara umum
sebenarnya telah dilakukan dengan baik oleh semua sekolah. Hanya kadar
substansi pelaksanaanya yang beragam antara sekolah yang satu dengan yang
lainnya. Adanya keragaman ini bergantung kepada besar kecilnya tiap
sekolah, letak sekolah dan julukan sekolah. Pada sekolah-sekolah biasa yang
daya dukung masyarakatnya masih tergolong rendah, pengelolaan
keuangannya pun masih sederhana. Sedangkan, pada sekolah-sekolah biasa
yang daya dukung masyarakatnya besar, bahkan mungkin sangat besar, tentu
saja pengelolaan keuangannya cenderung menjadi lebih rumit.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka yang menjadi permasalahan dan
diungkapkan dalam makalah ini adalah :
a. Apakah manajemen keuangan sekolah sudah berjalan dengan baik?
b. Bagaimana pengelolaan manajemen keuangan sekolah sudah berjalan dengan baik?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
a. Untuk mengetahui apakah manajemen keuangan sekolah di SDN 01 kebon jeruk
b. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan manajemen keuangan sekolah
di SDN 01 kebon jeruk
.
Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan dua metode,
yaitu :
a. Wawancara, yaitu menanyakan langsung kepada narasumber tentang
manajemen keuangan sekolah.
b. Observasi langsung, berdasarkan pengamatan baik dari media cetak
maupun elektronik.
c. Kepustakaan, yaitu penggunaan bahan-bahan penulisan yang bersumber
dari buku-buku referensi dan webside.
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Manajemen Keuangan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen artinya
penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Manajemen keuangan
adalah sumber daya yang diterima yang akan dipergunakan untuk
penyelenggaraan pendidikan. Manajemen keuangan dimaksudkan sebagai
suatu manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil observasi yang saya lakukan
1. Dana dari Pemerintah
Dana dari pemerintah disediakan melalui jalur Anggaran Rutin
dalam Daftar Isian Kegiatan (DIK) yang dialokasikan kepada semua
sekolah untuk setiap tahun ajaran. Dana ini lazim disebut dana rutin.
Besarnya dana yang dialokasikan di dalam DIK biasanya ditentukan
berdasarkan jumlah siswa kelas I, II dan III. Mata anggaran dan besarnya
dana untuk masing-masing jenis pengeluaran sudah ditentukan
Pemerintah di dalam DIK. Pengeluaran dan pertanggungjawaban atas
pemanfaatan dana rutin (DIK) harus benarbenar sesuai dengan mata
anggara tersebut.
Selain DIK, pemerintah sekarang juga memberikan dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS). Dana ini diberikan secara berkala yang
digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan operasional sekolah.
2. Dana dari Orang Tua Siswa
Pendanaan dari masyarakat ini dikenal dengan istilah iuran
Komite. Besarnya sumbangan dana yang harus dibayar oleh orang tua
siswa ditentukan oleh rapat Komite sekolah. Pada umumnya dana Komite
terdiri atas :
a. Dana tetap bulan sebagai uang kontribusi yang harus dibayar oleh
orang tua setiap bulan selama anaknya menjadi siswa di sekolah
b. Dana incidental yang dibebankan kepada siswa baru yang biasanya
hanya satu kali selama tiga tahun menjadi siswa (pembayarannya
dapat diangsur).
c. Dana sukarela yang biasanya ditawarkan kepada orang tua siswa
terterntu yang dermawan dan bersedia memberikan sumbangannya
secara sukarela tanpa suatu ikatan apapun.
Pos-pos pengelolaan
1. Untuk kegiatan belajar-mengajar
2. Untuk kegiatan ekstrakulikuler
3. Untuk kegiatan pengadaan sarana dan prasarana sekolah
Proses pengeluaran di lakukan oleh bendahara sekolah yang di awasi oleh pihak sekolah yang berwenang di sekolah. Dan bendahara mengatur proses penguaran sekolah dan di pertanggung jawabkan dengan adanya surat pertanggung jawaban. Pengelola anggaran sekolah biasanya adalah kepala sekolah.
Perencanaan keuangan di SDN 01 kebon jeruk di lakukan sebelum tahun ajaran baru agar perincian berjalan baik dan benar dari awal dan akhirnya pada evaluasi pada saat akhir pengajaran
Komponen angaran bos yaitu menyangkut:
1. Kesejahteraan pegawai
2. Kegiatan belajar-mengajar
Yang mencangkup beberapa hal seperti seperti pembelian buku oprasional sekolah dan lain-lain
3. Pengadaan sarana dan prasarana
Prosedur anggaran BOS di lakukan di setiap tahun ajaran baru setiap tahunnya
Dan akan meliputi apa saja yang akan di butuhkan dan di sesuaikan dengan apa yang di sepakati sebelumnya
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) harus
berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan bagian dari
rencana operasional tahunan. RAPBS meliputi penganggaran untuk kegiatan
pengajaran, materi kelas, pengembangan profesi guru, renovasi bangunan
sekolah, pemeliharaan, buku, meja dan kursi. Penyusunan RAPBS tersebut
harus melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, staf TU dan
komunitas sekolah. RAPBS perlu disusun pada setiap tahun ajaran sekolah
dengan memastikan bahwa alokasi anggaran bisa memenuhi kebutuhan
sekolah secara optimal.
Penyusunan RAPBS, antara lain:
• RAPBS harus benar-benar difokuskan pada peningkatan pembelajaran
murid secara jujur, bertanggung jawab, dan transparan.
• Dalam menyusun RAPBS, sekolah sebaiknya secara saksama
memprioritaskan pembelanjaan dana sejalan dengan rencana
pengembangan sekolah.
Pertanggungjawaban Keuangan Sekolah
Kepala sekolah wajib menyampaikan laporan di bidang keuangan
terutama mengenai penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah.
Pengevaluasian dilakukan setiap triwulan atau per semester. Dana yang
digunakan akan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana. Jika dana
tersebut diperoleh dari orang tua siswa, maka dana tersebut akan
dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah kepada orang tua siswa. Begitu
pula jika dana tersebut bersumber dari pemerintah maka akan
dipertanggungjawabkan kepada pemerintah.
PENUTUP
Kesimpulan
Pada dasarnya setiap sekolah sudah menyelenggarakan sistem
pengelolaan yang baik, tetapi sistem yang efektif kurang dilaksanakan.
Ketidak disiplinan dalam penggunaan anggaran, serta pemimpin yang boros
selalu menjadi fenomena tersendiri. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan
manajemen pengelolaan yang efektif menuju keseimbangan antara sistem
yang ada dalam mendistribusikan sumbersumber dana pendidikan
Saran
Masalah keuangan harus dipecahkan secara bersama jika kita ingin
mendapatkan peluang yang maksimal bagi semua sekolah agar dapat
berkembang.
Jika berkaitan dengan masalah keuangan, maka sebaiknya digunakan
sistem manajemen terbuka. Dengan manajemen terbuka, maka semua
keadaan sekolah baik atau buruk bisa diketahui oleh siapa saja.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com
SDN 01 kebon jeruk
SEKOLAH DI SDN 01 KEBON JERUK
YOSUA PASKALIS SITUMORANG
(1445081114)
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
KATA PENGANTAR
Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan, karena
berkat rahmat dan karunia-Nya sebuah makalah yang berjudul ”Manajemen Keuangan Sekolah” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan
makalah ini, baik berupa moril maupun materiil. Semoga mendapat balasan yang
sesuai dari Tuhan yang maha kuasa.
saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena tak
ada gading yang tak retak. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan
saran demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Jakarta, maret 2008
DAFTAR ISI
• Halaman Muka.
• Kata Pengantar
• Daftar Isi
• Pendahuluan
• Perumusan Masalah
• Metode Penulisan
• Kajian Pustaka
• Pengertian Manajemen Keuangan
• Hasil Penelitian
• Sumber-Sumber Keuangan Sekolah
• Pos-pos pengeluaran
• Proses pengeluaran
• Perencanaan keuangan
• Komponen anggaran bos
• RAPBS
• Pertanggung jawaban Keuangan Sekolah
• Bab IV Penutup
• Kesimpulan
• Saran
• Daftar Pustaka
PENDAHULUAN
Latar Belakang.
Ada beragam sumber dana yang dimiliki oleh suatu sekolah, baik dari
pemerintah maupun pihak lain. Ketika dana masyarakat atau dana pihak
ketiga lainnya mengalir masuk, harus dipersiapkan sistem pengelolaan
keuangan yang professional dan jujur. Pengelolaan keuangan secara umum
sebenarnya telah dilakukan dengan baik oleh semua sekolah. Hanya kadar
substansi pelaksanaanya yang beragam antara sekolah yang satu dengan yang
lainnya. Adanya keragaman ini bergantung kepada besar kecilnya tiap
sekolah, letak sekolah dan julukan sekolah. Pada sekolah-sekolah biasa yang
daya dukung masyarakatnya masih tergolong rendah, pengelolaan
keuangannya pun masih sederhana. Sedangkan, pada sekolah-sekolah biasa
yang daya dukung masyarakatnya besar, bahkan mungkin sangat besar, tentu
saja pengelolaan keuangannya cenderung menjadi lebih rumit.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka yang menjadi permasalahan dan
diungkapkan dalam makalah ini adalah :
a. Apakah manajemen keuangan sekolah sudah berjalan dengan baik?
b. Bagaimana pengelolaan manajemen keuangan sekolah sudah berjalan dengan baik?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
a. Untuk mengetahui apakah manajemen keuangan sekolah di SDN 01 kebon jeruk
b. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan manajemen keuangan sekolah
di SDN 01 kebon jeruk
.
Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan dua metode,
yaitu :
a. Wawancara, yaitu menanyakan langsung kepada narasumber tentang
manajemen keuangan sekolah.
b. Observasi langsung, berdasarkan pengamatan baik dari media cetak
maupun elektronik.
c. Kepustakaan, yaitu penggunaan bahan-bahan penulisan yang bersumber
dari buku-buku referensi dan webside.
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Manajemen Keuangan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen artinya
penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Manajemen keuangan
adalah sumber daya yang diterima yang akan dipergunakan untuk
penyelenggaraan pendidikan. Manajemen keuangan dimaksudkan sebagai
suatu manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil observasi yang saya lakukan
1. Dana dari Pemerintah
Dana dari pemerintah disediakan melalui jalur Anggaran Rutin
dalam Daftar Isian Kegiatan (DIK) yang dialokasikan kepada semua
sekolah untuk setiap tahun ajaran. Dana ini lazim disebut dana rutin.
Besarnya dana yang dialokasikan di dalam DIK biasanya ditentukan
berdasarkan jumlah siswa kelas I, II dan III. Mata anggaran dan besarnya
dana untuk masing-masing jenis pengeluaran sudah ditentukan
Pemerintah di dalam DIK. Pengeluaran dan pertanggungjawaban atas
pemanfaatan dana rutin (DIK) harus benarbenar sesuai dengan mata
anggara tersebut.
Selain DIK, pemerintah sekarang juga memberikan dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS). Dana ini diberikan secara berkala yang
digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan operasional sekolah.
2. Dana dari Orang Tua Siswa
Pendanaan dari masyarakat ini dikenal dengan istilah iuran
Komite. Besarnya sumbangan dana yang harus dibayar oleh orang tua
siswa ditentukan oleh rapat Komite sekolah. Pada umumnya dana Komite
terdiri atas :
a. Dana tetap bulan sebagai uang kontribusi yang harus dibayar oleh
orang tua setiap bulan selama anaknya menjadi siswa di sekolah
b. Dana incidental yang dibebankan kepada siswa baru yang biasanya
hanya satu kali selama tiga tahun menjadi siswa (pembayarannya
dapat diangsur).
c. Dana sukarela yang biasanya ditawarkan kepada orang tua siswa
terterntu yang dermawan dan bersedia memberikan sumbangannya
secara sukarela tanpa suatu ikatan apapun.
Pos-pos pengelolaan
1. Untuk kegiatan belajar-mengajar
2. Untuk kegiatan ekstrakulikuler
3. Untuk kegiatan pengadaan sarana dan prasarana sekolah
Proses pengeluaran di lakukan oleh bendahara sekolah yang di awasi oleh pihak sekolah yang berwenang di sekolah. Dan bendahara mengatur proses penguaran sekolah dan di pertanggung jawabkan dengan adanya surat pertanggung jawaban. Pengelola anggaran sekolah biasanya adalah kepala sekolah.
Perencanaan keuangan di SDN 01 kebon jeruk di lakukan sebelum tahun ajaran baru agar perincian berjalan baik dan benar dari awal dan akhirnya pada evaluasi pada saat akhir pengajaran
Komponen angaran bos yaitu menyangkut:
1. Kesejahteraan pegawai
2. Kegiatan belajar-mengajar
Yang mencangkup beberapa hal seperti seperti pembelian buku oprasional sekolah dan lain-lain
3. Pengadaan sarana dan prasarana
Prosedur anggaran BOS di lakukan di setiap tahun ajaran baru setiap tahunnya
Dan akan meliputi apa saja yang akan di butuhkan dan di sesuaikan dengan apa yang di sepakati sebelumnya
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) harus
berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan bagian dari
rencana operasional tahunan. RAPBS meliputi penganggaran untuk kegiatan
pengajaran, materi kelas, pengembangan profesi guru, renovasi bangunan
sekolah, pemeliharaan, buku, meja dan kursi. Penyusunan RAPBS tersebut
harus melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, staf TU dan
komunitas sekolah. RAPBS perlu disusun pada setiap tahun ajaran sekolah
dengan memastikan bahwa alokasi anggaran bisa memenuhi kebutuhan
sekolah secara optimal.
Penyusunan RAPBS, antara lain:
• RAPBS harus benar-benar difokuskan pada peningkatan pembelajaran
murid secara jujur, bertanggung jawab, dan transparan.
• Dalam menyusun RAPBS, sekolah sebaiknya secara saksama
memprioritaskan pembelanjaan dana sejalan dengan rencana
pengembangan sekolah.
Pertanggungjawaban Keuangan Sekolah
Kepala sekolah wajib menyampaikan laporan di bidang keuangan
terutama mengenai penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah.
Pengevaluasian dilakukan setiap triwulan atau per semester. Dana yang
digunakan akan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana. Jika dana
tersebut diperoleh dari orang tua siswa, maka dana tersebut akan
dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah kepada orang tua siswa. Begitu
pula jika dana tersebut bersumber dari pemerintah maka akan
dipertanggungjawabkan kepada pemerintah.
PENUTUP
Kesimpulan
Pada dasarnya setiap sekolah sudah menyelenggarakan sistem
pengelolaan yang baik, tetapi sistem yang efektif kurang dilaksanakan.
Ketidak disiplinan dalam penggunaan anggaran, serta pemimpin yang boros
selalu menjadi fenomena tersendiri. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan
manajemen pengelolaan yang efektif menuju keseimbangan antara sistem
yang ada dalam mendistribusikan sumbersumber dana pendidikan
Saran
Masalah keuangan harus dipecahkan secara bersama jika kita ingin
mendapatkan peluang yang maksimal bagi semua sekolah agar dapat
berkembang.
Jika berkaitan dengan masalah keuangan, maka sebaiknya digunakan
sistem manajemen terbuka. Dengan manajemen terbuka, maka semua
keadaan sekolah baik atau buruk bisa diketahui oleh siapa saja.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com
SDN 01 kebon jeruk
Senin, 15 Februari 2010
manajemen pendidikan
PERANAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN PATAR SELAMAT III
KECAMATAN SANGKAPURA KABUPATEN GRESIK
Pendidikan sebagai suatu team work yang saling berkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya, tentu membutuhkan pengelolaan yang professional. Manajemen merupakan salah satu komponen vital bagi semua aspek pendidikan. Mekanisme manajemen yang kurang bagus akan sangat berpengaruh terhadap mutu atau output pendidikan. Dengan melaksanakan manajemen tersebut secara professional diharapkan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam pembahasan skripsi ini penulis membagi dua bagian. Pertama, permbahasan secara teoritis yang membahas studi kepustakaan dan memfokuskannya kapada teori keilmuan yang berkaitan dengan judul skripsi ini. Kedua, pembahasan secara empiris, yaitu menyimpulkan data dari hasil penelitian yang meliputi pelaksanaan manajemen pendidikan di sekolah yang bersangkutan, faktor penunjang dan penghambat pelaksanaannya, dan peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis mengadakan metode observasi, interview dan dokumenter. Sedangkan untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan penulis menggunakan analisa “reflektif thinking”, karena jenis data pada penelitian ini adalah jenis data kualitatif.
Berdasrkan pada data yang diperoleh dari hasil analisa data, diketahui bahwa pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik sudah baik sehingga dapat berperan terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Terlihat dari hasil Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Sebagai bahan pikiran maupun pertimbangan, beberapa saran yang dianggap penting bagi SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik seyogyanya tugas masing-masing personal harus dioptimalkan, perlu diciptakan kerja sama yang baik dan suasana sekolah yang kondusif guna mengembangkan rasa tanggung jawab dan profesionalisme guru sebagai tenaga pendidik.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan sebuah proses dan sekaligus sistem yang bermuara dan berujung pada pencapaian suatu kualitas manusia tertentu yang dianggap dan diyakini sebagai yang ideal (Abdullah Fadjar, 1994 : 141). Dalam tata kehidupan yang berkembang semakin rumit, proses dan sistem pendidikan sukar berjalan dengan mulus, karena akan terantuk dengan persoalan demi persoalan yang siap menghadang lajunya proses pencapaian tujuan pendidikan.
Rangkaian kejadian-kejadian di sekitar, yang bersifat lokal sampai yang bersifat global yang merefleksikan kualitas manusia di bawah standar ideal, merupakan bukti ketidakmulusan proses dan sistem pendidikan. Bahkan persoalan-persoalan yang selalu timbul menjadi bom waktu yang setiap saat siap meledak dan menghancurkan sistem pendidikan kapan saja.
Kita memang harus prihatin dengan kenyataan yang ada, namun itu saja tidak cukup, tentunya harus disertai dengan menanggapi persoalan-persoalan pendidikan yang timbul. Namun yang pasti diharapkan tumbuhnya suatu kreatifitas yang secara terus menerus berusaha mengembangkan sistem pendidikan.
Agar suatu sistem dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan adanya perencanaan dan pengorganisasian yang baik dan teratur. Semua manusia yang terlibat didalamnya harus terorganisasi melalui perencanaan terlebih dahulu sehingga mereka mempunyai tanggung jawab dan wewenang serta hak dan kewajiban, sesuai dengan kedudukan dan fungsinya masing-masing. Dalam kegiatan ini diperlukan pula adanya koordinasi dan pengawasan atau supervisi yang baik dari pimpinan. Keempat kegiatan tersebut merupakan fungsi pokok dari manajemen. Dengan kata lain jika keempat fungsi tersebut bias diterapkan dengan baik sebagaimana mestinya, maka suatu sistem akan bekerja dengan baik pula.
Sistem merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan (Tadjab, 1994 : 33). Sedangkan manajemen adalah proses untuk menyelenggarakan dan mengawasi suatu tujuan tertentu (Ngalim P, 1995 : 6).
Setiap sistem pasti memiliki tujuan, dana semua kegiatan dari komponen-komponen atau bagian-bagiannya adalah diarahkan untuk menuju tercapainya tujuan tersebut. Pendidikan sebagai salah satu sistem berarti pendidikan jelas juga mempunyai tujuan. Adapaun tujuan pendidikan nasional menurut UUSPN No. 20 tahun 2003 pasal 4 adalah :
“Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, estetis, dan demokratis serta memiliki rasa kemasyarakatan dan kebangsaan”.
Manajemen merupakan salah satu komponen vital sebuah lembaga pendidikan maupun institusi-institusi yang lain. Mekanisme manajemen yang jelek akan sangat berpengaruh terhadap mutu atau out-putnya. Pendidikan dapat dikatakan berkualitas jika berhasil menelorkan out-put atau lulusan yang sesuai dengan tujuan atau cita-cita pendidikan itu sendiri, sedangkan untuk merealisasikan tujuan pendidikan dalam proses pendidikannya banyak kendala yang dihadapi oleh manajer dalam hal ini adalah kepala sekolah.
Untuk mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien, maka diperlukan diantaranya adanya manajemen yang professional. Dengan melaksanakan manajemen pendidikan tersebut, secara professional diharapkan untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain kondisi sekolah yang masih dalam tahap perkembangan, sementara itu lingkungan sudah mulai masuk dalam bentuk kehidupan yang mulai modern, maka tuntutan masyarakatpun semakin kompleks. Lemahnya kualitas pendidikan termasuk di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, mungkin disebabkan oleh lemahnya peran manajemen dan pengelolaan pendidikan secara keseluruhan.
Berdasarkan uraian di atas, untuk mengantisipasi problem yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, dibutuhkan pembenahan-pembenahan terhadap semua unsur yang ada, termasuk pembenahan dalam bidang manajemennya. Dalam rangka untuk memotivasi pengembangan aspek managerial pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura tersebut, maka penelitian ini urgent (penting) utnuk dilakukan dengan diberi judul :
“PERANAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN PATAR SELAMAT III KECAMATAN SANGKAPURA”.
B. RUMUSAN MASALAH
Bertolak dari uraian latar belakang masalah diatas dan supaya permasalahan dalam penelitian ini dapat terjawab secara akurat, maka permasalahan yang akan kami angkat adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura?
2. Bagaimana peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura?
3. Apa saja faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura?
C. TUJUAN PENELITIAN
Setiap penelitian tentu mempunyai tujuan yang berfungsi sebagai pedoman, arah dan titik akhir dari suatu penelitian. Karena itu dalam penelitian inipun juga mempunyai tujuan yang tentunya sesuai dengan rumusan masalahnya, yaitu :
1. Ingin mengetahui pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
2. Ingin mengetahui peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
3. Ingin mengetahui faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
D. MANFAAT PENELITIAN
Setelah penelitian ini selesai dan tujuannya tercapai, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang ilmiah tentang manajemen pendidikan yang baik. Selain itu juga diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran dalam pemecahan masalah (problem solving) yang dihadapi dalam dunia pendidikan pada umumnya dan SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura pada khususnya.
Dengan mengadakan penelitian ini, bagi peneliti akan dapat memberikan bekal informasi, baik melalui kajian teoritis, pustaka maupun melalui bentuk empirik. Terutama dalam menghadapi mellenium III dan era pasar bebas ini, setiap individu dituntut untuk senantiasa mengembangkan kualitas diri agar mampu menyesuaikan dan mengantisipasi perkembangan zaman dengan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.
E. RUANG LINGKUP PENELITIAN
Agar mudah dalam melakukan penelitian ini dan dapat dilakukan lebih mendalam, maka tidak semua variabel diambil untuk diteliti. Maka yang akan dijadikan obyek dalam penelitian ini dibatasi dalam ruang lingkup sebagai berikut :
1. Pelaksanaan manajemen pendidikan yang diapliasikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, baik dari aspek kurikulum, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana prasarana, dan aspek hubungan dengan masyarakat (humas).
2. Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, baik dari aspek kurikulum, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana prasarana, dan aspek hubungan dengan masyarakat (humas).
3. Peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
F. PENEGASAN JUDUL
Untuk menghinari adanya kekeliruan dalam pembahasan skripsi ini, maka di sini akan dijelaskan istilah-istilah yang terdapat dalam judul yang dianggap perlu.
1. Manajemen
Manajemen adalah berarti mengatur, dalam mengatur sesuatu tentunya ada obyek yang diatur, ada proses dan ada pula tujuan pengaturan.
2. Pendidikan
Pendidikan adalah aktivitas yang dengannya seseorang dapat berusaha mendapatkan pengalaman dan latihan-latihan yang akan menjadikan setiap tugas masa depannya akan lebih baik dan sempurna.
3. Manajemen Pendidikan
Manajemen Pendidikan adalah kegiatan memimpin, mengatur dan mnegarahkan watak personal, kerjasama dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam interaksi beljar mengajar agar tujuan pendidikan tercapai.
Jadi kesimpulan dari peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura adalah ketertiban atau keikutsertaan dalam pengaturan dan pengaruh terhadap watak personal, kerjasama dan aktivitas, fasilitas secara efektif dan efisien dalam interaksi PBM agar tujuan pendidikan tercapai.
G. METODOLOGI PENELITIAN
1. Obyek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian hanya satu lembaga pendidikan, yakni SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, dan yang diteliti adalah pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura meliputi manajemen kurikulum, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana prasarana, dan aspek hubungan dengan masyarakat (humas).
Selain itu juga mengenai faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, dan bagaimana peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
Obyek ini dilihat lebih secara material (obyek primer). Disamping itu, juga dilihat secara formal, yaitu menyangkut sistem pendidikan yang dikembangkan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
2. Model Penelitian
Model penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah model penelitian kualitatif (Qualitative research). Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistic atau dengan cara-cara lain dari kuantitatif (pengukuran) (Anselm S dan Juliet C, 1997 : 11).
3. Pendekatan dan Metode Penelitian
a. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan ole penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan diskriptif kualitatif (Qualitative Discriftive Approach) untuk dapat memahami pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura dalam rangka peningkatan kualitas pendidikannya dan dalam rangka untuk memahami sistem pendidikan yang dikembangkan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura secara keseluruhan.
b. Metode Penelitian
Karena hanya satu lembaga dengan beberapa variabel saja yang diteliti, maka metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (Case Studini) yaitu studi yang dilakukan dengan mempelajari dengan intensif latar belakang, serta interaksi lingkungan dalam gambaran unit-unit sosial untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari suatu kasus atau studi dari individu yang kemudian dari sifat-sifat di atas akan dijadikan yang bersifat umum (Nazir, 1988 : 66).
Dalam penelitian ini, metode kasus yang digunakan untuk mengetahui secara mendetail tentang latar belakang, sifat sertakarakter-karakter yang khas dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura. Kemudian akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum dalam hal ini adalah sistem pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
4. Jenis, Sifat dan Sumber Data
Dengan demikian jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif, baik yang bersifat tekstual maupun factual. Adapaun dalam penelitian ini diperoleh dari sumber-sumber, antara lain :
a. Sekolah (dokumen)
b. Kepala Sekolah
c. Guru
d. Karyawan, dan
e. Siswa
5. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
a. Teknik Pengumpulan Data
1). Metode Observasi
Metode observasi merupakan suatu studi yang sistematik dan yang dipertimbangkan dengan baik melalui “mata” kejadian-kejadian spontan pada saat mereka terjadi (Winardi, 1986 : 96). Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang :
a) Struktur Organisasi SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura
b) Kondisi fisik SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura
c) Suasana kerja kepala sekolah, dewan guru dan karyawan
d) Suasana aktivitas proses belajar mengajar (PBM)
2). Metode Interview
Metode interview adalah salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan Tanya jawab kepada responden secara lisan, yang terdiri dari dua orang atau lebih, berhadap-hadapan secara fisik (Sutrisni Hadi, 1990 : 192). Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang :
a) Latar belakang berdiri dan sejarah perkembangan SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
b) Pelaksanaan manajemen pendidikan dan proses belajar mengajar di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
c) Faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
Adapun responden dalam interview ini adalah kepala sekolah beserta koordinator bidang dan para karyawan dan sebagian siswa.
3). Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan dan mengenai hal-hal atau variabel tertentu yang berupa catatan, buku, transkrip, surat, agenda dan sebagainya (Auharsimi Arikunto, 1991 : 131).
Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang :
a) Keadaan jumlah personal yang ada
b) Sumber dana dan pengelolaannya
c) Jumlah fasilitas yang dimiliki
d) Struktur organisasi dan pembagian kerja personalnya, dan sebagainya.
b. Teknik Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, data tersebut disusun atau dikelompokkan secara logis kemudian dianalisa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik reflective thinking, yaitu teknik menganalisa data dengan pemikiran secara teliti, logis, sistematis terhadap semua data yang dikumpulkan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, kategorisasi dan menginterprestasi melalui teknik analisis kualitatif, tidak dengan teknik statistik.
Metode analisis kualitatif yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis data kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan kategorisasi atau sifat sesuatu, misalnya : cukup, sedang, kurang dan lain-lain (Amirman Y dan Zainal A, 1993 : 46).
c. Metode Deduksi
Yang dimaksud dengan metode deduksi adalah suatu proses berpikir yang didasarkan atas dasar rumusan-rumusan yang bersifat umum kemudian ditarik pada suatu kesimpulan yang bersifat khusus (Sutrisno Hadi, 1967 : 32).
d. Metode Induksi
Yang dimaksud dengan metode induksi adalah suatu proses berpikir yang didasarkan atas dasar rumusan-rumusan yang bersifat khusus kemudian ditarik pada suatu kesimpulan yang bersifat umum (Sutrisno HAdi, 1967 : 42).
e. Metode Komparatif
Sedangkan yang dimaksud dengan studi komparatif adalah penyelidikan diskriptif yang berusaha mencari pemecahan melalui analisis tentang hubungan-hubungan sebab-akibat, yakni meneliti faktor-faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi atau fenomena yang diselidiki dan membandingkan satu faktor yang lain (Winarno S, 1990 : 143).
H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Secara garis besarnya, pembahasan skripsi ini terbagi dalam dua bagian, yaitu pembahasan teoritis sebagai kerangka acuan yang disusun melalui pengkajian teori-teori yang digunakan, dan pembahasan empiris sebagai upaya mencari jawaban terhadap variabel-variabel yang diteliti.
Keseluruhan pembahasan dalam skripsi ini menjadi empat bab berdasarkan sistematika sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan, dalam bab ini dimaksudkan agar pembaca sudah mendapat gambaran secara global dari isi skripsi ini. Oleh karena itu dalam bab ini dibahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan dan ruang lingkup penelitian, penegasan judul, metodologi penelitian yang memuat tentang obyek penelitian, pendekatan dan metode penelitian, sifat dan sumber data, teknik pengumpulan dan analisis data serta metode pembahasan, yang kemudian diakhiri dengan sistematika pembahasan. Bab ini sebagai pangkal tolak ukur dalam melakukan kasus dan penulisan skripsi.
BAB II berisi tentang kajian teoritis dari berbagai macam teori yang menjadi dasar yang memperkokoh dan menguatkan pokok-pokok pikiran di atas. Pembahasannya meliputi konsep dasar manajemen pendidikan yang terdiri dari arti dan tujuan manajemen pendidikan, unsur-unsur manajemen pendidikan dan fungsi manajemen pendidikan yang berkualitas meliputi pembahasan kualitas pengelolaan/manajemen, kualitas proses dan kualitas hasil. Bab ini berfungsi sebagai acuan dan landasan dasar dalam melakukan penelitian dan hasil laporannya.
BAB III merupakan bab yang membahas tentang penyajian empiris yaitu penyajian tentang hasil penelitian di lapangan yang meliputi latar belakang obyek, juga penyajian dan analisis data, berisi pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan manajemen pendidikannya, dan peranan manajemen pendidikan dalam peningkatan kualitas pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura tersebut. Bab ini berfungsi untuk melaporkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
BAB IV merupakan bagian akhir atau penutup dari skripsi ini yang berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan realita hasil pendidikan, serta lampiran-lampiran untuk melengkapi hasil penelitian.
KECAMATAN SANGKAPURA KABUPATEN GRESIK
Pendidikan sebagai suatu team work yang saling berkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya, tentu membutuhkan pengelolaan yang professional. Manajemen merupakan salah satu komponen vital bagi semua aspek pendidikan. Mekanisme manajemen yang kurang bagus akan sangat berpengaruh terhadap mutu atau output pendidikan. Dengan melaksanakan manajemen tersebut secara professional diharapkan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam pembahasan skripsi ini penulis membagi dua bagian. Pertama, permbahasan secara teoritis yang membahas studi kepustakaan dan memfokuskannya kapada teori keilmuan yang berkaitan dengan judul skripsi ini. Kedua, pembahasan secara empiris, yaitu menyimpulkan data dari hasil penelitian yang meliputi pelaksanaan manajemen pendidikan di sekolah yang bersangkutan, faktor penunjang dan penghambat pelaksanaannya, dan peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis mengadakan metode observasi, interview dan dokumenter. Sedangkan untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan penulis menggunakan analisa “reflektif thinking”, karena jenis data pada penelitian ini adalah jenis data kualitatif.
Berdasrkan pada data yang diperoleh dari hasil analisa data, diketahui bahwa pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik sudah baik sehingga dapat berperan terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Terlihat dari hasil Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Sebagai bahan pikiran maupun pertimbangan, beberapa saran yang dianggap penting bagi SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik seyogyanya tugas masing-masing personal harus dioptimalkan, perlu diciptakan kerja sama yang baik dan suasana sekolah yang kondusif guna mengembangkan rasa tanggung jawab dan profesionalisme guru sebagai tenaga pendidik.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan sebuah proses dan sekaligus sistem yang bermuara dan berujung pada pencapaian suatu kualitas manusia tertentu yang dianggap dan diyakini sebagai yang ideal (Abdullah Fadjar, 1994 : 141). Dalam tata kehidupan yang berkembang semakin rumit, proses dan sistem pendidikan sukar berjalan dengan mulus, karena akan terantuk dengan persoalan demi persoalan yang siap menghadang lajunya proses pencapaian tujuan pendidikan.
Rangkaian kejadian-kejadian di sekitar, yang bersifat lokal sampai yang bersifat global yang merefleksikan kualitas manusia di bawah standar ideal, merupakan bukti ketidakmulusan proses dan sistem pendidikan. Bahkan persoalan-persoalan yang selalu timbul menjadi bom waktu yang setiap saat siap meledak dan menghancurkan sistem pendidikan kapan saja.
Kita memang harus prihatin dengan kenyataan yang ada, namun itu saja tidak cukup, tentunya harus disertai dengan menanggapi persoalan-persoalan pendidikan yang timbul. Namun yang pasti diharapkan tumbuhnya suatu kreatifitas yang secara terus menerus berusaha mengembangkan sistem pendidikan.
Agar suatu sistem dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan adanya perencanaan dan pengorganisasian yang baik dan teratur. Semua manusia yang terlibat didalamnya harus terorganisasi melalui perencanaan terlebih dahulu sehingga mereka mempunyai tanggung jawab dan wewenang serta hak dan kewajiban, sesuai dengan kedudukan dan fungsinya masing-masing. Dalam kegiatan ini diperlukan pula adanya koordinasi dan pengawasan atau supervisi yang baik dari pimpinan. Keempat kegiatan tersebut merupakan fungsi pokok dari manajemen. Dengan kata lain jika keempat fungsi tersebut bias diterapkan dengan baik sebagaimana mestinya, maka suatu sistem akan bekerja dengan baik pula.
Sistem merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan (Tadjab, 1994 : 33). Sedangkan manajemen adalah proses untuk menyelenggarakan dan mengawasi suatu tujuan tertentu (Ngalim P, 1995 : 6).
Setiap sistem pasti memiliki tujuan, dana semua kegiatan dari komponen-komponen atau bagian-bagiannya adalah diarahkan untuk menuju tercapainya tujuan tersebut. Pendidikan sebagai salah satu sistem berarti pendidikan jelas juga mempunyai tujuan. Adapaun tujuan pendidikan nasional menurut UUSPN No. 20 tahun 2003 pasal 4 adalah :
“Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, estetis, dan demokratis serta memiliki rasa kemasyarakatan dan kebangsaan”.
Manajemen merupakan salah satu komponen vital sebuah lembaga pendidikan maupun institusi-institusi yang lain. Mekanisme manajemen yang jelek akan sangat berpengaruh terhadap mutu atau out-putnya. Pendidikan dapat dikatakan berkualitas jika berhasil menelorkan out-put atau lulusan yang sesuai dengan tujuan atau cita-cita pendidikan itu sendiri, sedangkan untuk merealisasikan tujuan pendidikan dalam proses pendidikannya banyak kendala yang dihadapi oleh manajer dalam hal ini adalah kepala sekolah.
Untuk mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien, maka diperlukan diantaranya adanya manajemen yang professional. Dengan melaksanakan manajemen pendidikan tersebut, secara professional diharapkan untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain kondisi sekolah yang masih dalam tahap perkembangan, sementara itu lingkungan sudah mulai masuk dalam bentuk kehidupan yang mulai modern, maka tuntutan masyarakatpun semakin kompleks. Lemahnya kualitas pendidikan termasuk di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, mungkin disebabkan oleh lemahnya peran manajemen dan pengelolaan pendidikan secara keseluruhan.
Berdasarkan uraian di atas, untuk mengantisipasi problem yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, dibutuhkan pembenahan-pembenahan terhadap semua unsur yang ada, termasuk pembenahan dalam bidang manajemennya. Dalam rangka untuk memotivasi pengembangan aspek managerial pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura tersebut, maka penelitian ini urgent (penting) utnuk dilakukan dengan diberi judul :
“PERANAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN PATAR SELAMAT III KECAMATAN SANGKAPURA”.
B. RUMUSAN MASALAH
Bertolak dari uraian latar belakang masalah diatas dan supaya permasalahan dalam penelitian ini dapat terjawab secara akurat, maka permasalahan yang akan kami angkat adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura?
2. Bagaimana peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura?
3. Apa saja faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura?
C. TUJUAN PENELITIAN
Setiap penelitian tentu mempunyai tujuan yang berfungsi sebagai pedoman, arah dan titik akhir dari suatu penelitian. Karena itu dalam penelitian inipun juga mempunyai tujuan yang tentunya sesuai dengan rumusan masalahnya, yaitu :
1. Ingin mengetahui pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
2. Ingin mengetahui peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
3. Ingin mengetahui faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
D. MANFAAT PENELITIAN
Setelah penelitian ini selesai dan tujuannya tercapai, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang ilmiah tentang manajemen pendidikan yang baik. Selain itu juga diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran dalam pemecahan masalah (problem solving) yang dihadapi dalam dunia pendidikan pada umumnya dan SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura pada khususnya.
Dengan mengadakan penelitian ini, bagi peneliti akan dapat memberikan bekal informasi, baik melalui kajian teoritis, pustaka maupun melalui bentuk empirik. Terutama dalam menghadapi mellenium III dan era pasar bebas ini, setiap individu dituntut untuk senantiasa mengembangkan kualitas diri agar mampu menyesuaikan dan mengantisipasi perkembangan zaman dengan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.
E. RUANG LINGKUP PENELITIAN
Agar mudah dalam melakukan penelitian ini dan dapat dilakukan lebih mendalam, maka tidak semua variabel diambil untuk diteliti. Maka yang akan dijadikan obyek dalam penelitian ini dibatasi dalam ruang lingkup sebagai berikut :
1. Pelaksanaan manajemen pendidikan yang diapliasikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, baik dari aspek kurikulum, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana prasarana, dan aspek hubungan dengan masyarakat (humas).
2. Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, baik dari aspek kurikulum, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana prasarana, dan aspek hubungan dengan masyarakat (humas).
3. Peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
F. PENEGASAN JUDUL
Untuk menghinari adanya kekeliruan dalam pembahasan skripsi ini, maka di sini akan dijelaskan istilah-istilah yang terdapat dalam judul yang dianggap perlu.
1. Manajemen
Manajemen adalah berarti mengatur, dalam mengatur sesuatu tentunya ada obyek yang diatur, ada proses dan ada pula tujuan pengaturan.
2. Pendidikan
Pendidikan adalah aktivitas yang dengannya seseorang dapat berusaha mendapatkan pengalaman dan latihan-latihan yang akan menjadikan setiap tugas masa depannya akan lebih baik dan sempurna.
3. Manajemen Pendidikan
Manajemen Pendidikan adalah kegiatan memimpin, mengatur dan mnegarahkan watak personal, kerjasama dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam interaksi beljar mengajar agar tujuan pendidikan tercapai.
Jadi kesimpulan dari peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura adalah ketertiban atau keikutsertaan dalam pengaturan dan pengaruh terhadap watak personal, kerjasama dan aktivitas, fasilitas secara efektif dan efisien dalam interaksi PBM agar tujuan pendidikan tercapai.
G. METODOLOGI PENELITIAN
1. Obyek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian hanya satu lembaga pendidikan, yakni SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, dan yang diteliti adalah pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura meliputi manajemen kurikulum, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana prasarana, dan aspek hubungan dengan masyarakat (humas).
Selain itu juga mengenai faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, dan bagaimana peranan manajemen pendidikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
Obyek ini dilihat lebih secara material (obyek primer). Disamping itu, juga dilihat secara formal, yaitu menyangkut sistem pendidikan yang dikembangkan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
2. Model Penelitian
Model penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah model penelitian kualitatif (Qualitative research). Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistic atau dengan cara-cara lain dari kuantitatif (pengukuran) (Anselm S dan Juliet C, 1997 : 11).
3. Pendekatan dan Metode Penelitian
a. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan ole penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan diskriptif kualitatif (Qualitative Discriftive Approach) untuk dapat memahami pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura dalam rangka peningkatan kualitas pendidikannya dan dalam rangka untuk memahami sistem pendidikan yang dikembangkan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura secara keseluruhan.
b. Metode Penelitian
Karena hanya satu lembaga dengan beberapa variabel saja yang diteliti, maka metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (Case Studini) yaitu studi yang dilakukan dengan mempelajari dengan intensif latar belakang, serta interaksi lingkungan dalam gambaran unit-unit sosial untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari suatu kasus atau studi dari individu yang kemudian dari sifat-sifat di atas akan dijadikan yang bersifat umum (Nazir, 1988 : 66).
Dalam penelitian ini, metode kasus yang digunakan untuk mengetahui secara mendetail tentang latar belakang, sifat sertakarakter-karakter yang khas dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura. Kemudian akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum dalam hal ini adalah sistem pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
4. Jenis, Sifat dan Sumber Data
Dengan demikian jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif, baik yang bersifat tekstual maupun factual. Adapaun dalam penelitian ini diperoleh dari sumber-sumber, antara lain :
a. Sekolah (dokumen)
b. Kepala Sekolah
c. Guru
d. Karyawan, dan
e. Siswa
5. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
a. Teknik Pengumpulan Data
1). Metode Observasi
Metode observasi merupakan suatu studi yang sistematik dan yang dipertimbangkan dengan baik melalui “mata” kejadian-kejadian spontan pada saat mereka terjadi (Winardi, 1986 : 96). Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang :
a) Struktur Organisasi SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura
b) Kondisi fisik SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura
c) Suasana kerja kepala sekolah, dewan guru dan karyawan
d) Suasana aktivitas proses belajar mengajar (PBM)
2). Metode Interview
Metode interview adalah salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan Tanya jawab kepada responden secara lisan, yang terdiri dari dua orang atau lebih, berhadap-hadapan secara fisik (Sutrisni Hadi, 1990 : 192). Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang :
a) Latar belakang berdiri dan sejarah perkembangan SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
b) Pelaksanaan manajemen pendidikan dan proses belajar mengajar di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
c) Faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
Adapun responden dalam interview ini adalah kepala sekolah beserta koordinator bidang dan para karyawan dan sebagian siswa.
3). Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan dan mengenai hal-hal atau variabel tertentu yang berupa catatan, buku, transkrip, surat, agenda dan sebagainya (Auharsimi Arikunto, 1991 : 131).
Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang :
a) Keadaan jumlah personal yang ada
b) Sumber dana dan pengelolaannya
c) Jumlah fasilitas yang dimiliki
d) Struktur organisasi dan pembagian kerja personalnya, dan sebagainya.
b. Teknik Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, data tersebut disusun atau dikelompokkan secara logis kemudian dianalisa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik reflective thinking, yaitu teknik menganalisa data dengan pemikiran secara teliti, logis, sistematis terhadap semua data yang dikumpulkan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, kategorisasi dan menginterprestasi melalui teknik analisis kualitatif, tidak dengan teknik statistik.
Metode analisis kualitatif yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis data kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan kategorisasi atau sifat sesuatu, misalnya : cukup, sedang, kurang dan lain-lain (Amirman Y dan Zainal A, 1993 : 46).
c. Metode Deduksi
Yang dimaksud dengan metode deduksi adalah suatu proses berpikir yang didasarkan atas dasar rumusan-rumusan yang bersifat umum kemudian ditarik pada suatu kesimpulan yang bersifat khusus (Sutrisno Hadi, 1967 : 32).
d. Metode Induksi
Yang dimaksud dengan metode induksi adalah suatu proses berpikir yang didasarkan atas dasar rumusan-rumusan yang bersifat khusus kemudian ditarik pada suatu kesimpulan yang bersifat umum (Sutrisno HAdi, 1967 : 42).
e. Metode Komparatif
Sedangkan yang dimaksud dengan studi komparatif adalah penyelidikan diskriptif yang berusaha mencari pemecahan melalui analisis tentang hubungan-hubungan sebab-akibat, yakni meneliti faktor-faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi atau fenomena yang diselidiki dan membandingkan satu faktor yang lain (Winarno S, 1990 : 143).
H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Secara garis besarnya, pembahasan skripsi ini terbagi dalam dua bagian, yaitu pembahasan teoritis sebagai kerangka acuan yang disusun melalui pengkajian teori-teori yang digunakan, dan pembahasan empiris sebagai upaya mencari jawaban terhadap variabel-variabel yang diteliti.
Keseluruhan pembahasan dalam skripsi ini menjadi empat bab berdasarkan sistematika sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan, dalam bab ini dimaksudkan agar pembaca sudah mendapat gambaran secara global dari isi skripsi ini. Oleh karena itu dalam bab ini dibahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan dan ruang lingkup penelitian, penegasan judul, metodologi penelitian yang memuat tentang obyek penelitian, pendekatan dan metode penelitian, sifat dan sumber data, teknik pengumpulan dan analisis data serta metode pembahasan, yang kemudian diakhiri dengan sistematika pembahasan. Bab ini sebagai pangkal tolak ukur dalam melakukan kasus dan penulisan skripsi.
BAB II berisi tentang kajian teoritis dari berbagai macam teori yang menjadi dasar yang memperkokoh dan menguatkan pokok-pokok pikiran di atas. Pembahasannya meliputi konsep dasar manajemen pendidikan yang terdiri dari arti dan tujuan manajemen pendidikan, unsur-unsur manajemen pendidikan dan fungsi manajemen pendidikan yang berkualitas meliputi pembahasan kualitas pengelolaan/manajemen, kualitas proses dan kualitas hasil. Bab ini berfungsi sebagai acuan dan landasan dasar dalam melakukan penelitian dan hasil laporannya.
BAB III merupakan bab yang membahas tentang penyajian empiris yaitu penyajian tentang hasil penelitian di lapangan yang meliputi latar belakang obyek, juga penyajian dan analisis data, berisi pelaksanaan manajemen pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura, faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan manajemen pendidikannya, dan peranan manajemen pendidikan dalam peningkatan kualitas pendidikan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura tersebut. Bab ini berfungsi untuk melaporkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN Patar Selamat III Kecamatan Sangkapura.
BAB IV merupakan bagian akhir atau penutup dari skripsi ini yang berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan realita hasil pendidikan, serta lampiran-lampiran untuk melengkapi hasil penelitian.
Jumat, 29 Januari 2010
pepatah batak
versi asli : jika anda mencintai seseorang. Bebaskan dia pergi
Jika diakembali, dia milikmu
Jika tidak, dia bukan milikmu.
versi pesimis : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia kembali dia milikmu
jika tidak, seperti yang sudah diduga, dia bukan milikmu.
versi optimis : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jangan khawatir, dia pasti kembali
versi pencuriga : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia kembali tanyalah mengapa dia kembali.
versi tidak sabaran : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia tidak kembali dalam waktu dekat lepaskan dia.
versi penyabar : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia tidak kembali, teruslah menunggu sampai dia kembali.
versi o'on : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia tidak kembali,dan kamu masih mencintainya biarkandia pergi lagi.
versi ahli statistik : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi,
jika dia mencintaimu, probabilitas untuk kembali sangat tinggi.
versi psikolog : jika anda mencintai seseorang, lepaskan dia pergi
jika dia kembali, super egonya lebih dominan
jika dia tidak kembali, id nya yang lebih kuat. jika dia tidak mau pergi, dia pasti sudah gila.
versi posesif : jika anda mencintai seseorang, jangan pernah biarkan dia pergi.
versi ahli keuangan : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia kembali, pinjamlah uang darinya.
jika tidak kembali, anggap saja sebagian aset yang hilang.
versi pemasaran : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi,
jika dia kembali, dia memiliki loyalitas merek
jika tidak kembali, lakukan reposition merekmu.
so, kita tinggal pilih termaksud tipe yang mana yah dalam percintaan.
so keep your spirit my friends!!!!!!!!!!!!
Jika diakembali, dia milikmu
Jika tidak, dia bukan milikmu.
versi pesimis : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia kembali dia milikmu
jika tidak, seperti yang sudah diduga, dia bukan milikmu.
versi optimis : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jangan khawatir, dia pasti kembali
versi pencuriga : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia kembali tanyalah mengapa dia kembali.
versi tidak sabaran : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia tidak kembali dalam waktu dekat lepaskan dia.
versi penyabar : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia tidak kembali, teruslah menunggu sampai dia kembali.
versi o'on : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia tidak kembali,dan kamu masih mencintainya biarkandia pergi lagi.
versi ahli statistik : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi,
jika dia mencintaimu, probabilitas untuk kembali sangat tinggi.
versi psikolog : jika anda mencintai seseorang, lepaskan dia pergi
jika dia kembali, super egonya lebih dominan
jika dia tidak kembali, id nya yang lebih kuat. jika dia tidak mau pergi, dia pasti sudah gila.
versi posesif : jika anda mencintai seseorang, jangan pernah biarkan dia pergi.
versi ahli keuangan : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi
jika dia kembali, pinjamlah uang darinya.
jika tidak kembali, anggap saja sebagian aset yang hilang.
versi pemasaran : jika anda mencintai seseorang, bebaskan dia pergi,
jika dia kembali, dia memiliki loyalitas merek
jika tidak kembali, lakukan reposition merekmu.
so, kita tinggal pilih termaksud tipe yang mana yah dalam percintaan.
so keep your spirit my friends!!!!!!!!!!!!
Kamis, 07 Januari 2010
tugas uas
PENDAHULUAN
Untuk membuat sekolah tidaklah, mudah di perlukan hal-hal yang sangat di butuhkan dalam ruang lingkup sekolah yang akan di buat. Apalagi membuat sekolah yang berkwalitas dan baik serta di akui oleh masyarakat pada umumnya. Dalam membuat sekolah yang baik tidak hanya di perlukan materi-materi saja, karena materi-materi yang di perlukan itu hanya sebagai pelengkap untuk membangun sekolah yang baik, Karena dalam ruang lingkup sekolah-sekolah yang baik di butuhkan aspek-aspek yang sangat mempengaruhi sekolah tersebut dan kwalitas sekolah itu di masa depan nantinya. hal-hal tersebut nantinya akan membuat input dan output sekolah tersebut akan di tentukan baik atau tidak baik seiring berjalannya waktu dan proses berjalannya sekolah tersebut.
MENBUAT SEKOLAH
Jika saya di berikan kesempatan untuk membuat sekolah yang sesuai dengan keinginan saya, saya akan memulai membuat sekolah menengah atas yang mempunyai dasar-dasar yang menuntun para siswa dan siswinya untuk menjadi pelajar yang bukan hanya pintar atau pandai dalam hal mata pelajaran saja. tapi sehat dalam hal jasmani atau fisik yang bersangkutan dalam fisik tubuh para siswa dan siswi sekolah tersebut. Dalam arti bersangkutan dalam olah raga dan berbagai bidang-bidang olah raga yang popular dalam dunia olah raga nasional dan olah raga dunia. Saya memimpikan membuat sekolah olah raga yang merujuk pada perkembangan olah raga yang ada di Indonesia dan dunia, serta berstandar internasional yang mempunyai mata pelajar yang bukan hanya tentang pelajaran yang biasa di ajarkan di sekolah menengah atas pada umumnya, tapi mempelajari juga tenteng olah raga pada setiap mata pelajaran dan membuat matapelajaran yang mencangkup dunia olah raga pada umumnya.
ALASAN
Dan alasan saya memilih sekolah tersebut adalah, karena saya ingin mencetak siswa yang berbakat dalam berbagai bidang olah raga dan mempunyai kemampuan di bidangnya dapat tersalurkan dan di tuangkan dalam wadah yang akan di atur oleh sekolah yang saya buat tersebut. Dan saya melihat di Indonesia sangat jarang bahkan tidak ada satupun sekolah yang memproritaskan olah raga. itu terjadi karena, sebagian orang menganggap olah raga tidaklah terlalu penting dalam pembelajaran dan hanya mempropitaskan kepada mata pelajaran yang mereka anggap penting meskipun para siswa dan siswi tidak terlalu menyukainya. Tetapi olah raga menurut saya sangat lah penting bukan hanya untuk kebugaran fisik saja tapi untuk mengharumkan nama bangsa dan daerah yang akan di belanya kelak sesuai bidangnya. karena dalm ilmu sangatlah perlu di asah dari dini agar menjadi mahir seperti halnya pelajaran matematika dan fisika kita harus tahu dasar-dasarnya dulu dan mempelajari prosesnya dan melakukan praktek yang sesuai dengan apa yang telah di pelajari sebelumnya, Dalam ilmu olah raga juga seperti itu karena untuk menjadi atlit yang baik dan berkwalitas sangat perlu mengetahui dasar-dasar bidang yang akan di tekuni dan menjadi mahir pada akhirnya. Atlit yang baik adalah mengetahui dasar-dasar bidang yang ia tekuni mulai dari sejak dini.
A. Visi
Visi dari sekolah yang akan saya bentuk adalah mencanangkan kedisiplinan dalam lingkungan sekolah, dan kerapian, kebersihan, dan kenyamanan bagi para setiap individu yang berada di dalam lingkungan sekolah.
B.Misi
Misi dari sekolah yang akan saya bentuk ini adalah menjadikan setiap mata pelajaran yang ada menjadi sangat penting dan membuat para siswa dan siswi mengerti bahwa semua mata pelajaran yang akan meraka dapat adalah sangat penting di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Baik itu dalam materi maupun praktek. dan misi selanjutnya adalah membuat siswa tahu akan masa depan yang akan di pilihnya dari awal agar mereka tahu bidang apa yang mesti mereka tingkatkan ke depan dan mempelajarinya lebih dalam. Agar menjadi atlit yang baik.
C. Tujuan
Tujuan dari sekolah tersebut ialah menjadikan siswanya ahli dalam suatu bidang yang mereka mempunyai keahlian dalam bidang tersebut seperti di bidang olah raga atau di bidang lainnya yang bersangkutan dalam bidang pendidikan yang telah mereka pelajari di dalam sekolah.
Output
Tujuan dari sekolah yang saya ingin bentuk adalah mencetak para atlit yang berbakat dalam bidangnya dan langsung dapat terjun langsung dalam bidang keahlian yang telah mereka pelajari di sekolah yang di sesuaikan dengan minatnya atau bakat masing-masing Dan pada akhirnya atlit tersebut akan mengharumkan negara atau daerah yang akan mereka wakili dalam iven-iven olah raga yang akan mereka ikuti.
Input
Sistem penerimaan dalam sekolah ini adalah menyeleksi para siswa yang akan masuk kedalam sekolah dengan cara tes fisik yang menentukan sehat atau tidaknya para siswa yang akan masuk. Selain itu juga, ada juga syarat-syarat yang harus di penuhi para siswa yaitu yang bersangkutan dengan tinggi badan dan berat badan. Selain itu juga para siswa akan di seleksi secara ketat dan menyesuaikan bakat dan minat para siswa.
SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan prasarana yang akan di perlukan dalam sekolah yang akan saya betuk adalah:
1. Bangku.Meja,Ruang kelas
Yaitu untuk membantu para siswa dan memudahkan para siswa mempelajari materi pelajaran yang akan mereka terima dalam proses belajar
2. Lapangan
Yaitu untuk membantu para siswa dan memudahkan para siswa untuk mempratekan materi yang telah mereka terima karena dalam lapangan tersebut juga mempunyai berbagai fungsi yang akan dapat mengembangkan bakat-bakat serta kreatifitas para siswa yang ada di sekolah tersebut.
3. Alat-alat fitness
yaitu akan membantu siswa dalam mengembangkan atau melatih kemampuan mereka dalam menggunakan alat-alat yang bersangkutan dengan olah rago yang sedang mereka tekuni di sekolah atau yang sesuai dengan keahlian atau bidang yang telah pilih
4. Perpustakaan
Yaitu membantu siswa dalam mempelajari meteri dan mengetahui dunia luar yang berkaitan dengan bidang yang akan mereka tekuni.
DESIGN PROGRAM KURIKULUM
Mendisain kurikulum sekolah seperti ini sangat lah tidah mudah, karena akan terdapat masalah dan perbedaan yang sangat besar dengan sekolah pada umumnya. Karena sokalah seperti ini sangat berbeda baik dalam pembelajarannya ataupun dalam prakteknya. Dalam disain kurikulum sekolah seperti ini akan banyak melakukan praktek di bandingkan hanya memberi teori-teori di kelas. Dan kurikulum yang akan ada di dalamnya ialah berstandar seperti halnya sekolah-sekolah yang ada di luar negri, yaitu sekolah sejenis seperti Amerika serikat yaitu setiap mata pelajaran atau setiap bidang akan diatur standarnya sesuai dengan bidang atau mata pelajaran.
SDM
Dalam merekrut sumber daya manusia yang cocok untuk sekolah ini ialah memilih guru-guru yang berkwalitas yang sesuai denga bidang-bidang yang akan di ajarkan di dalam sekolah dan guru-guru tersebut akan mendapatkan pembelajaran terlebih dahulu sebelum terjun langsung dalam penyampaian materi karena sekolah tersebut berbeda dengan sekolah yang lainnya, karena bukan hanya materi saja yang akan di berikan tetapi praktek yang akan sangat banyak di berikan dan para pengajar tersebut adalah yang benar-benar ahli dalam bidangnya agar sesuai dengan materi yang akan di berikan kepada siswa. Dan untuk menyaring siswa yang akan masuk ialah, menyeleksi siswa yang berbakat bukan hanya dalam bidang akademik tetapi mempunyai kemampuan atau bakat dalam bidang olah raga.
SISTEM EVALUASI
Untuk mengevaluasi sekolah seperti ini ialah dengan cara menentukan standar sendiri dari pihak sekolah berdasarkan dari bidang-bidang masing-masing. Dan mengetahui apakah materi-materi yang telah di sampaikan sesuai dengan praktek-praktek yang telah di jalankan. Evaluasi juga dapat di lihat dari output sekolah tersebut yaitu apakah para siswanya mendapatkan apa yang wajib yang mereka dapatkan yang sesuai denga bidang yang mereka pelajari dari sekolah dan menjalankannya dengan baik atau tidak. Dan jika hal-hal tersebut tidak bejalan dengan baik ataupun berjalan dengan lancar maka perlu melakukan perubahan dalam bagaimana menentukan sumber daya manusia ataupun input siswa yang akan masuk sekolah tersebut dan mencari ataupun mencari tahu apa yang kurang dari kebijakan yang telah di terapkan.
PENUTUP
Di dalm dunia pendidikan akan sangat di tuntut bidang akademiknya, tetapi banyak yang tidak mengetahui banyak juga individu yang mempunyai bakat di dalam berbagai bidang, seperti di bidang olah raga. olah raga bukan lah tidak penting bagi kehidupan, karena denga olah raga juga bisa mencari masa depan yang cerah. Atau pun olah raga bisa mengharumkan nama bangsa. Kurikulum yang ada di dalam sekolah-sekolah sangat penting karena dalam prosesnya akan sangat menetukan hasial yang akan di peroleh pada akhirnya.
yosua paskalis
Untuk membuat sekolah tidaklah, mudah di perlukan hal-hal yang sangat di butuhkan dalam ruang lingkup sekolah yang akan di buat. Apalagi membuat sekolah yang berkwalitas dan baik serta di akui oleh masyarakat pada umumnya. Dalam membuat sekolah yang baik tidak hanya di perlukan materi-materi saja, karena materi-materi yang di perlukan itu hanya sebagai pelengkap untuk membangun sekolah yang baik, Karena dalam ruang lingkup sekolah-sekolah yang baik di butuhkan aspek-aspek yang sangat mempengaruhi sekolah tersebut dan kwalitas sekolah itu di masa depan nantinya. hal-hal tersebut nantinya akan membuat input dan output sekolah tersebut akan di tentukan baik atau tidak baik seiring berjalannya waktu dan proses berjalannya sekolah tersebut.
MENBUAT SEKOLAH
Jika saya di berikan kesempatan untuk membuat sekolah yang sesuai dengan keinginan saya, saya akan memulai membuat sekolah menengah atas yang mempunyai dasar-dasar yang menuntun para siswa dan siswinya untuk menjadi pelajar yang bukan hanya pintar atau pandai dalam hal mata pelajaran saja. tapi sehat dalam hal jasmani atau fisik yang bersangkutan dalam fisik tubuh para siswa dan siswi sekolah tersebut. Dalam arti bersangkutan dalam olah raga dan berbagai bidang-bidang olah raga yang popular dalam dunia olah raga nasional dan olah raga dunia. Saya memimpikan membuat sekolah olah raga yang merujuk pada perkembangan olah raga yang ada di Indonesia dan dunia, serta berstandar internasional yang mempunyai mata pelajar yang bukan hanya tentang pelajaran yang biasa di ajarkan di sekolah menengah atas pada umumnya, tapi mempelajari juga tenteng olah raga pada setiap mata pelajaran dan membuat matapelajaran yang mencangkup dunia olah raga pada umumnya.
ALASAN
Dan alasan saya memilih sekolah tersebut adalah, karena saya ingin mencetak siswa yang berbakat dalam berbagai bidang olah raga dan mempunyai kemampuan di bidangnya dapat tersalurkan dan di tuangkan dalam wadah yang akan di atur oleh sekolah yang saya buat tersebut. Dan saya melihat di Indonesia sangat jarang bahkan tidak ada satupun sekolah yang memproritaskan olah raga. itu terjadi karena, sebagian orang menganggap olah raga tidaklah terlalu penting dalam pembelajaran dan hanya mempropitaskan kepada mata pelajaran yang mereka anggap penting meskipun para siswa dan siswi tidak terlalu menyukainya. Tetapi olah raga menurut saya sangat lah penting bukan hanya untuk kebugaran fisik saja tapi untuk mengharumkan nama bangsa dan daerah yang akan di belanya kelak sesuai bidangnya. karena dalm ilmu sangatlah perlu di asah dari dini agar menjadi mahir seperti halnya pelajaran matematika dan fisika kita harus tahu dasar-dasarnya dulu dan mempelajari prosesnya dan melakukan praktek yang sesuai dengan apa yang telah di pelajari sebelumnya, Dalam ilmu olah raga juga seperti itu karena untuk menjadi atlit yang baik dan berkwalitas sangat perlu mengetahui dasar-dasar bidang yang akan di tekuni dan menjadi mahir pada akhirnya. Atlit yang baik adalah mengetahui dasar-dasar bidang yang ia tekuni mulai dari sejak dini.
A. Visi
Visi dari sekolah yang akan saya bentuk adalah mencanangkan kedisiplinan dalam lingkungan sekolah, dan kerapian, kebersihan, dan kenyamanan bagi para setiap individu yang berada di dalam lingkungan sekolah.
B.Misi
Misi dari sekolah yang akan saya bentuk ini adalah menjadikan setiap mata pelajaran yang ada menjadi sangat penting dan membuat para siswa dan siswi mengerti bahwa semua mata pelajaran yang akan meraka dapat adalah sangat penting di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Baik itu dalam materi maupun praktek. dan misi selanjutnya adalah membuat siswa tahu akan masa depan yang akan di pilihnya dari awal agar mereka tahu bidang apa yang mesti mereka tingkatkan ke depan dan mempelajarinya lebih dalam. Agar menjadi atlit yang baik.
C. Tujuan
Tujuan dari sekolah tersebut ialah menjadikan siswanya ahli dalam suatu bidang yang mereka mempunyai keahlian dalam bidang tersebut seperti di bidang olah raga atau di bidang lainnya yang bersangkutan dalam bidang pendidikan yang telah mereka pelajari di dalam sekolah.
Output
Tujuan dari sekolah yang saya ingin bentuk adalah mencetak para atlit yang berbakat dalam bidangnya dan langsung dapat terjun langsung dalam bidang keahlian yang telah mereka pelajari di sekolah yang di sesuaikan dengan minatnya atau bakat masing-masing Dan pada akhirnya atlit tersebut akan mengharumkan negara atau daerah yang akan mereka wakili dalam iven-iven olah raga yang akan mereka ikuti.
Input
Sistem penerimaan dalam sekolah ini adalah menyeleksi para siswa yang akan masuk kedalam sekolah dengan cara tes fisik yang menentukan sehat atau tidaknya para siswa yang akan masuk. Selain itu juga, ada juga syarat-syarat yang harus di penuhi para siswa yaitu yang bersangkutan dengan tinggi badan dan berat badan. Selain itu juga para siswa akan di seleksi secara ketat dan menyesuaikan bakat dan minat para siswa.
SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan prasarana yang akan di perlukan dalam sekolah yang akan saya betuk adalah:
1. Bangku.Meja,Ruang kelas
Yaitu untuk membantu para siswa dan memudahkan para siswa mempelajari materi pelajaran yang akan mereka terima dalam proses belajar
2. Lapangan
Yaitu untuk membantu para siswa dan memudahkan para siswa untuk mempratekan materi yang telah mereka terima karena dalam lapangan tersebut juga mempunyai berbagai fungsi yang akan dapat mengembangkan bakat-bakat serta kreatifitas para siswa yang ada di sekolah tersebut.
3. Alat-alat fitness
yaitu akan membantu siswa dalam mengembangkan atau melatih kemampuan mereka dalam menggunakan alat-alat yang bersangkutan dengan olah rago yang sedang mereka tekuni di sekolah atau yang sesuai dengan keahlian atau bidang yang telah pilih
4. Perpustakaan
Yaitu membantu siswa dalam mempelajari meteri dan mengetahui dunia luar yang berkaitan dengan bidang yang akan mereka tekuni.
DESIGN PROGRAM KURIKULUM
Mendisain kurikulum sekolah seperti ini sangat lah tidah mudah, karena akan terdapat masalah dan perbedaan yang sangat besar dengan sekolah pada umumnya. Karena sokalah seperti ini sangat berbeda baik dalam pembelajarannya ataupun dalam prakteknya. Dalam disain kurikulum sekolah seperti ini akan banyak melakukan praktek di bandingkan hanya memberi teori-teori di kelas. Dan kurikulum yang akan ada di dalamnya ialah berstandar seperti halnya sekolah-sekolah yang ada di luar negri, yaitu sekolah sejenis seperti Amerika serikat yaitu setiap mata pelajaran atau setiap bidang akan diatur standarnya sesuai dengan bidang atau mata pelajaran.
SDM
Dalam merekrut sumber daya manusia yang cocok untuk sekolah ini ialah memilih guru-guru yang berkwalitas yang sesuai denga bidang-bidang yang akan di ajarkan di dalam sekolah dan guru-guru tersebut akan mendapatkan pembelajaran terlebih dahulu sebelum terjun langsung dalam penyampaian materi karena sekolah tersebut berbeda dengan sekolah yang lainnya, karena bukan hanya materi saja yang akan di berikan tetapi praktek yang akan sangat banyak di berikan dan para pengajar tersebut adalah yang benar-benar ahli dalam bidangnya agar sesuai dengan materi yang akan di berikan kepada siswa. Dan untuk menyaring siswa yang akan masuk ialah, menyeleksi siswa yang berbakat bukan hanya dalam bidang akademik tetapi mempunyai kemampuan atau bakat dalam bidang olah raga.
SISTEM EVALUASI
Untuk mengevaluasi sekolah seperti ini ialah dengan cara menentukan standar sendiri dari pihak sekolah berdasarkan dari bidang-bidang masing-masing. Dan mengetahui apakah materi-materi yang telah di sampaikan sesuai dengan praktek-praktek yang telah di jalankan. Evaluasi juga dapat di lihat dari output sekolah tersebut yaitu apakah para siswanya mendapatkan apa yang wajib yang mereka dapatkan yang sesuai denga bidang yang mereka pelajari dari sekolah dan menjalankannya dengan baik atau tidak. Dan jika hal-hal tersebut tidak bejalan dengan baik ataupun berjalan dengan lancar maka perlu melakukan perubahan dalam bagaimana menentukan sumber daya manusia ataupun input siswa yang akan masuk sekolah tersebut dan mencari ataupun mencari tahu apa yang kurang dari kebijakan yang telah di terapkan.
PENUTUP
Di dalm dunia pendidikan akan sangat di tuntut bidang akademiknya, tetapi banyak yang tidak mengetahui banyak juga individu yang mempunyai bakat di dalam berbagai bidang, seperti di bidang olah raga. olah raga bukan lah tidak penting bagi kehidupan, karena denga olah raga juga bisa mencari masa depan yang cerah. Atau pun olah raga bisa mengharumkan nama bangsa. Kurikulum yang ada di dalam sekolah-sekolah sangat penting karena dalam prosesnya akan sangat menetukan hasial yang akan di peroleh pada akhirnya.
yosua paskalis
Langganan:
Postingan (Atom)
