Minggu, 18 Oktober 2009

Perbandingan Pendidikan Sex di Indonesia dengan di Negara-negara Lain

Sex di Indonesia masih sangat tabu, pendidikannya pun masih sangat minim, belum semua sekolah di Indonesia memasukan
kurikulum tentang sex, sekalipun ada, itupun hanya sekolah-sekolah yang sudah ter-akreditasi baik, atau dengan cara lewat jalur mata pelajaran Biologi. Padahal, dengan pendidikan sex akan banyak segi-segi positifnya seperti jumlah penduduk, sex bebas, dan mengurangi angka kelahiran yang meledak. Dan juga efek-efek tidak langsung seperti Narkotika, broken home, anak jalanan, dll.
Di Thailand, pendidikan sex dimulai sejak tahun 2000. Pendidikan sex formal dimulai sejak Sekolah Dasar, namun pendidikan sex di sini masih melalui jalur mata pelajaran Biologi. Beberapa sekolah sudah memasukan sex education sebagai satu mata pelajaran. Anak-anak berusia 12 tahun seudah dibolehkan oleh pemerintah untuk menerima pendidikan sex dari orang tua dan sekolah, karena peran orang tua dan sekolah pada umur ini sangat penting.
Pemerintah Thailand juga sudah mulai menyediakan informasi mengenai pendidikan sex melalui media internet, dan tentunya dalam bahasa Thailand.
Di Vietnam, Negara ini sudah mulai blak-blakan dalam pendidikan sex melalui jalu formal, karena populasi penduduknya yang mendadak tinggi. Di Vietnam ini, peran keluarga dan orang tua sangat penting sekali karena anak-anak dibawah umur 13 tahun menghabiskan banyak waktu di keluarga dari pada di sekolah. Barulah pada umur 13 tahun atau pada tingkat SMP, pendidikan sex mulai diterapkan, namun masih lewat jalur mata pelajaran Biologi, sama seperti di Indonesia.
Pendidikan sex di Vietnam masih belum cukup, karena anak-anak yang rata-rata umur 17 tahun masih banyak melakukan hubungan sex diluar nikah.
Di India, sex dianggap sebagai kegiatan yang sangat suci, tabu diketahui anak-anak dibawah umur. Sehingga tidak segampang itu India mengijinkan anak-anak mendapatkan pendidikan sex dibawah umur.
Sama seperti di Indonesia dan Negara-negara Asia Tenggara lainnya, di India pendidikan sex baru didapatkan pada umur 14 tahun atau pada saat SMP, dan pendidikan sex disini masih melalui jalur mata pelajaran biologi. Itupun belum sepenuhnya, karena selebihnya anak-anak mencari informasi mengenai sex melalui buku-buku dan jalur internet.
Sayangnya, perubahan di Negara ini belum terlihat. Populasi penduduknya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Cina adalah Negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Tragedy mengenaskan pernah terjadi di sini, bayi perempuan yang baru lahir terpaksa dibunuh, dengan cara disekap dalam ruangan yang disebut dying room. Karena sempat ada anggapan bahwa anak perempuan tidak dibutuhkan karena tidak bisa membantu keluarga bekerja dan/atau menafkahi keluarga. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi mengenai keluarga dan sex.
Baru pada tahun 2004, pendidikan sex mulai diterapkan di Cina. Pendidikan sex di Cina dimulai pada usia 11 tahun. Tidak seperti di Negara-negara Asia Tenggara dan di India, di Cina pendidikan sex dimulai pada usia 11 tahun dan sudah menjadi suatu mata pelajaran. Selain itu, pemerintah juga ikut andil dalam memberikan pendidikan sex dengan cara memberikan penyuluhan dan seminar-seminar.
Rata-rata di Negara-negara Asia, pendidikan sex masih diterapkan melalui mata pelajaran biologi, sehingga informasi-informasi mengenai sex masih dinilai kurang. Karena dalam mata pelajaran biologi hanya memberikan pengertian sex yang sebenarnya dan tidak memberikan aspek-aspek psikologisnya, seperti bimbingan keluarga dan konseling. Selain itu juga, pendidikan sex di Negara-negara Asia baru mulai diterapkan pada tahun 2000 keatas. Bagaimana dengan Negara-negara di Eropa?
Di Prancis, pendidikan sex secara formal sudah mulai diterapkan sejak tahun 80-an. Yang memberikan dan bertanggung jawab dalam pemberian pendidikan sex adalah sekolah. Dimulai sejak umur 12 tahun keatas. Anak-anak di Prancis mendapatkan pendidikan sex di sekolah secara khusus, ditambah dengan pemberian-pemberian seminar untuk tingkat sekolah menengah.
Anak-anak di Prancis juga berhak mendapatkan pendidikan sex di luar sekolah, yaitu melalui orang tua. Jika masih merasa kurang, mereka dapat menanyakan kepada dokter dan dokter-pun berkewajiban memberikan informasi tentang sex. Hasilnya, Prancis tidak pernah kelebihan penduduk.
Berbeda dengan di Prancis. Di Bulgaria pendidikan sex diterapkan melalui buku, majalah, dan juga website. Buku-buku tersebut bukanlah buku yang berjenis “17+”, tetapi buku yang sudah di sesuaikan khusus untuk anak-anak 11 tahun keatas. Begitu juga di website, anak-anak juga sudah dapat mengakses website-website tersebut yang sudah disesuaikan khusus untuk pendidikan sex pada usia 11 tahun. Tentunya harus dengan pengawasan orang tua. Hasilnya, anak-anak berusia dibawah 17 tahun enggan melakukan hubungan sex.
Diterbitkan di: Februari 13, 2009

perbandingan pendidikan indonesia dan negara luar, www.google.com

pertemuan ke 1

saya tidak masuk pada pertemuan pertama. Tetai yang saya tau dari temen-teman dosen hanya menjelaskan peraturan-peraturan yang ada di dalam perkuliahannya.

pertemuan ke 2

manajemen yaitu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan di lakukan secara efektif dan efisien untuk dan yang terpenting dari semuanya adalah kesuksesan tujuan. Efektif yang di maksud adalah mengarah kepada hasil akhir proses manajemen secara baik dan benar sedangkan efisien adalah mengarah kepada metode yang sudah ada dan digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut. Peserta didik yaitu anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur (formal, informal, dan non formal).dan hal-hal tersebut mencangkup sekolah yang ada dan menjalankan pembelajaran sesuai jenjang anak dan tingkat sekolah yaitu (sd,smp,sma).
Contoh dari manajemen adalah suku kajang, suku ini masih mengasingkan diri dari dunia luar dan disana terdapat anak-anak yang sangat memiliki banyak potensi yang dimiliki, dan ada beberapa orang yang mencoba memaksimalkan potensi yang ada di dalam anak-anak suku-suku tersebut. Perencanaan terdiri dari; pemilihan dan penempatan tujuan, analisis kohort : menjelaskan akibat yang terjadi terhadap populasi kohort setelah diamati dan diikuti selama jangka waktu tertentu, dan penentuan : strategi, kebijakan, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, standar yang dibutuhkan.
Proses pengarahan harus dilakukan secara benar dan baik agar prosesnya berjalan secara baik dan benar juga adalah menugaskan orang agar mau mengerjakan tugasnya, mengkomunikasikan setiap masalah yang dialami atau kegiatan yang sedang dikerjakan, memberikan motivasi, dan disiplin disetiap kegiatan yang sedang dikerjakan.,
Rekrutmen adalah bagaimana membuat calon siswa terpikat masuk ke dalam suatu lembaga kursus atau sekolah dengan cara misalnya sekolah tersebut memiliki fasilitas-fasilitas yang dan baik, mengevaluasi jumlah pendaftar yang akan masuk sekolah tersebut, jumlah yang diterima, dan jumlah siswa yang masuk.
Seleksi yaitu langkah-langkahnya seperti keputusan hasil seleksi, tes-tes (psiko, TPA, performance), administratif, wawancara, evaluasi medis.
Fungsi dari Manajemen Peserta Didik terdapat fungsi manajerial : rekrutmen, seleksi, penempatan, orientasi, pengembangan, BK, layanan tambahan, pemberhentian, sistem informasi kesiswaan.

pertemuan ke 4

Konsep dasar manajemen peserta didik adalah untuk mengetahui bagaimana cara melakukan perencanaan.
Proposal adalah bukan hanya tentang mareri apa yang akan dilakukan dalam perencanaan, tetapi mengetahui tujuan apa yang akan di capai lah yang sangat penting untuk di ketahui.
• Melihat masa yang akan datang adalah sangat perlu dilakukan taupun mencari atau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, karena proses perencanaan yang kita lakukan akan percuma bila hal-hal yang tak terduga akan terjadi di masa yang akan datang contohnya ; kita merencanakan sebuah ivent music di sebuah tempat yang terbuka, seperti di lapangan yang tidak mempunyai perlindungan dari hujan. Kita merencanakannya secara baik dan benar, seperti alat-alat music dan kru yang terbaik, tapi kita tidak menyediakan alat teduh atau perlindungan dari hujan, dan pada masanya ivent itu berlangsung terjadi hujan secara tiba-tiba. Maka perencanaan yang kita lakukan pada masa yang sebelumnya akan sia-sia dan tiada artinya.
• Pengambilan keputusan adalah yang sangat penting, karena kita harus mengabil keputusan yang baik dan benar dan dalam pengambilan keputusan itu akan mempunyai beberapa alternative yang harus kita pilih dan baik untuk semua agar terjadi efektif dan efesien.
• Dalam proses perencanaan kita juga harus menggunakan langkah dan prinsip ilmiah yang di lengkapi oleh fakta-fakta yang ilmiah yang sudah ada.
• Dan yang terpenting dari itu semua adalah hasil yang akan kita capai dari yang sudah kita lakukan sebelumnya apakah itu baik atau buruk dan di tentukan dari proses-proses yang kita lakukan sebelumnya.
Proses perencanaan yang akan kita lakukan akan memerlukan beberapa bagian atau aspek-aspek yang sangat penting yang sangat penting dalam manajemen peserta didik;
Penentuan urutan didalam manajemen peserta didik yaitu menentukan urutan atau jabatan yang akan yang akan di kerjakan di dalam manajemen pesrta didik yang di sesuaikan oleh kemampuan apa yang cocok pada urutan tersebut.
Penggunaan waktu yang baik yang di dasari oleh perencanaan manajemen peserta didik, karena jika waktu yang telah di rencanakan tidak tepat akan mengacau kan perencanaan yang telah di lakukan sebelumnya dalam manajemen peserta didik. Waktu juga yang menentukan apa tujuan dari rencana yang telah di atur oleh manajemen peserta didik. Dan hal-hal tersebut harus memeperhatikan proritas yang wajar karena semakin beser yang akan kita rencanakan , akan semakin banyk juga waktu yang akan kita butuhkan didalamnya.
Perencanaan itu juga harus bersifat efesien agar terciptanya tujuan yang di inginkan dan dalam semua proses yang telah di lakukan akan menentukan ahsil dan tujuan yang akan di capai. Dan yang terpenting dari semua hal tersebut adalah tujuan pendidikn oleh manajemen peserta didik
Perencanaan untuk apa? perencanaan akan menentukan ;
• Arah dan tujuan yang akan di capai dalam proses manajemen peserta didik karena itulah yang sangat penting untuk pendidikan.
• Apa yang akan dikerjakan dalam proses tersebut karena oroses tersebut lah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan manajemen peserta didik.
• Kapan dikerjakan proses-proses tersebut, dan hal ini lah yang bersangkutan dengan waktu yang telah di tentukan oleh manajemen peserta didik agar efesien dan berjalan sesuai dengan rencana awal yang telah di tetapkan ole proses-proses perencanaan oleh manajemen peserta didik.
• Bagaimana cara mengerjakan hal tersebut adalah tata cara bagai man mengerjakan tegas yang telah di beri oleh manajemen peserta didik dan hal ini harus di sesuaikan dengan kemampuan yang ada pada pelaku-pelaku yang terkait pada proses yang akan di kerjakan di dalam manajemen peserta didik.
• Siapa yang mengerjakan perses-proses tersebut adalah pelaku yang terkait dalam manajemen peserts didik yang meliputi bagaiman cara mengerjakan dan melakukan hal-hal telah di tugaskan kepada para pelaku.
Faktor internal sangat penting dalam proses manajemen peserta didik karena di dalam faktor internal ini mencangkup proses-proses manajemen peserta didik yaitu ;
Analisis
• industry and market
• compelitor
• political and regulatory
• social
• human resources
• macroeconomic
•tehcnological
Muatan perencanaan pendidikan yaitu meliputi strategi ; bagaiman strategi yang harus di lakukan di dalan perencanaan, kebijaksaan yaitu kebijakan apa yang akan di ambil dan di perlukan dalam proses perencanaan pendidikan, program yaitu menentukan program dan merencanakannya, produser yaitu memerlukan pemimpin yang siap dalam aspek apapun, sistem yaitu harus mempunyai sistem yang tepat dan baik dalam perencanaan pendidikan, anggaran yaitu harus menpunyai anggarang yang sesiai dengan apa yang akan di recanakan dalam perencanaan pendidikan.
Materi yang harus di cermati dalam proses perencanaan pendidikan yaitu,rekrutmen, seleksi,penempatan, orientasi, pengembangan, mutasi, fasilitas layanan, pemberhentian.
Kesimpulan dari semua manajemen peserta didik adalah dalam proses perencanaan kita tidak boleh asal menjalankan secara tidak teratur, tetapi harus di dasari oleh metode yang sudah ada dan harus memperhatikan aspek-aspek penting yang ada di dalam proses manajemen peserta didik.

pertemuan ke 3....

Pertumbuhan adalah sesuatu yang bisa di ukur tubuh (berat badan), (tinggi badan) yang ada pada manusia keseluruhan. Perkembangan adalah dilihat dari aspek rohani ataupun rohani yang ada pada manusia pada umumnya.
Dalam kehidupan manusia, biasanya pertumbuhan dilihat dari masa kecil atau yang biasa disebut masa pertumbuhan dan itu biasa kita lihat di masa Taman Kanak-kanak, Di dilam taman kanak-kanak kita melihat banyak yang anak-anak yang hanya bermain dari pada belajar, itu di lakukan agar pertumbuhan anak terlihat meningkat baik secara fisik maupun aspek lain yang perlu untuk meningkatkan kecerdasan anak itu sendiri.
Perkembangan biasa di ukur ataupun di lihat di sekolah-sekolah tinggi yang mengajar kan masalah-masalah yang mengcangkup tentang masalah yang ada pada masyarakat, agar pelajaran mental dan rohani dapat di pelajari secara utuh dan benar. dan menghasilkan meltal yang kuat dalam menyelesaikan masalah yang ada pada dirimereka dan di sekitar mereka. Pelajaran rohani akan mereka dapat bukan hanya pada sekolah tapi juga orang tua yang membingbing mereka dalam faktor agama yang mencangkup masalah kerohanian.
Ada beberapa pendapat yang mengemukakan tentang pertumbuhan dan perkembanga;
• john locke mengemukakan bahwa manusia di lahir kan seperti kertas putih yang belum ada pengalaman sama sekali dan akan di isi pengalama yang akan mereka dapat pada kemudian hari. Pengalaman datang dari luar panca indra yang menimbul kan “sensations”. Pengalaman dalam mengenal keadaan dan kegiatan akan menimbulkan “reflexions”
Contoh dari sensations adalah mencangkup respon manusia yang mereka lakukan jika mendapatkan masalah ataupun kesenangan dan kebahagiaan yang mereka dapat dari kehidupan yang mereka dapat.
•Gestalt mengungkapkan jika manusia lahir secara utuh dia akan di sebut manusia yang benar-benar manusia, tapi jika manusia lahir secara tidak utuh maka dia belum bisa di sebut manusia, seperti manusia yang lahir yang tidak mempunyai kaki atau tangan dan dia belum bisa di sebut manusia karena tidak mempunyai bagian-bagian yang di punyai oleh manusia yang utuh.
• Lain halnya jika metode aliran sosiologi. Aliran sosiologis mengemukakan bahwa manusia bisa di sebut manusia jika dia bisa berinteraksi pada manusia lain, seperti berkomunikasi pada manusia lain dan memberi pendapat kepada manusia lain. Dan anak manusia yang baru lahir ataupun anak balita manusia di sebut pra sosial. Jadi pada teori ini disebut Tarjan bukan manusia, karena dia tidak bisa berinteraksi dengan sesama manusia.
Perkembanga intelektual (remaja) mempunya beberapa metode yang mencangkup perkembangan manusia pada umumnya.
Deduktif hipotesis. yaitu :
• Mengawali pemikiran atau pendapat dari bersifat teoritis dengan dilengkapi fakta-fakta yang sebenarnya dan teori-teori itu yang sudah ada sebelumnya.
• Menganalisa masalah terlebih dahulu sebelum mencari tau bagaimana solusi yang baik untuk di gunakan pada masalah yang sedang di selesaikan.
• Mengajukan penyelesaian masalah yang sedang di hadapi secara benar yang di lengkapi dengan teori-teori yang sudah ada dan hasil analisa masalah yang telah di lakukan dan solusi masalah yang telah di ambil.
Kesimpulan dari semua teori di atas adalah ‘
manusia berkembang bukan hanya dari genetis atau pun keturunan, bawaan dari orang tua, tapi di pengaruhi juga oleh factor lingkungan, sekolah, masiarakat, dan pembibingan seperti guru maupun orang tua. dan sikap-sikap yang mereka lakukan kepada kehidupan sehari-hari ataupun pada masa yang akan datang adalah tergantung bagaimana sikap mereka kepada lingkungan dan diri mereka sendiri.

Minggu, 11 Oktober 2009

resume perkuliahan 1

josua paskalis

Artikel Pendidikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 15 mahasiswa dari 8 perguruan tinggi di Indonesia menerima beasiswa penuh senilai 88.000 dollar AS (sekitar Rp 831 juta) dari General Electric (GE) Foundation Scholar-Leader Program bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Internasional-Indonesia (IIEF), Jumat (9/10), di Jakarta. Ke-15 mahasiswa itu berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi 10 November.

Direktur IIEF Irid Agoes mengatakan beasiswa berupa uang kuliah dan uang saku diberikan hingga ke-15 mahasiswa itu menyelesaikan masa studinya. Namun jika perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nilai menurun maka pemberian beasiswa akan dihentikan. Beasiswa akan diberikan setiap semester secara bertahap. Khusus untuk uang kuliah, beasiswa akan diberikan kepada pihak universitas. Sementara uang saku untuk biaya hidup akan langsung diberikan kepada mahasiswa.

“Perkembangan prestasi setiap mahasiswa akan tetap dipantau setiap semester. Jika prestasinya menurun, akan ada semacam surat peringatan,” kata Irid.

Selain Indonesia, GE Foundation-IIEF juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa semester awal di 11 negara lain di dunia antara lain Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

KOMPAS
umat, 9 Oktober 2009